EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

ADCP Kejar Jalan Keluar dari Suspensi, Ini Langkah Terbarunya

Oleh Komarudin 30 Sep 2026 20:59 4 menit baca

EmitenTrust.com - PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) menyampaikan perkembangan realisasi rencana pemulihan kondisi atau penyebab suspensi saham perseroan hingga September 2026. Sejumlah langkah restrukturisasi kewajiban telah diselesaikan, sementara negosiasi dengan kreditur dan pemegang obligasi masih berlangsung.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada 30 September 2026, Direktur ADCP Achmad Wachid Abdullah mengatakan laporan tersebut disampaikan dengan mengacu pada Peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI) Nomor I-N tentang Pembatalan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting), khususnya ketentuan III.5.2.

Salah satu langkah yang telah direalisasikan adalah hasil Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) Obligasi II Seri B pada 9 Mei 2025. Dalam rapat tersebut disetujui perubahan jangka waktu jatuh tempo pokok obligasi selama dua tahun menjadi 24 Mei 2027.

RUPO tersebut juga menyetujui pemberian consent fee sebesar 0,1% dari nilai pokok obligasi, yang dibayarkan satu kali pada triwulan pertama jadwal pembayaran bunga setelah usulan tersebut disetujui.

Selanjutnya, dalam RUPO Obligasi II Seri B pada 12 Desember 2025, pemegang obligasi menyetujui pengesampingan (waiver) kewajiban penyimpanan uang tunai sebesar satu kali bunga obligasi. Kebijakan tersebut berkaitan dengan penurunan peringkat Obligasi II Adhi Commuter Properti Tahun 2025 dari idBBB menjadi idBBB-.

RUPO tersebut juga menyetujui penambahan kewajiban bagi perseroan untuk menyampaikan laporan kinerja keuangan bulanan dan laporan kegiatan operasional, termasuk perkembangan penjualan lahan precast di Sentul. Kedua agenda tersebut tercatat telah selesai.

Pada 14 April 2026, RUPO Obligasi II Seri B kembali menyetujui sejumlah langkah restrukturisasi. Di antaranya pengesampingan (waiver) rasio keuangan serta penundaan pembayaran kupon atau bunga untuk periode Mei 2026 hingga Februari 2027.

Pembayaran kupon yang ditunda tersebut akan dilakukan bersamaan dengan pembayaran pokok obligasi pada Mei 2027.

Di sisi lain, sejumlah agenda terkait Obligasi III Seri A dan Seri B masih berada dalam tahap pembahasan.

Pada 3 Maret 2026, ADCP mengajukan permohonan penyelenggaraan RUPO kepada Wali Amanat. Hingga September 2026, permohonan tersebut masih dalam proses pembahasan lebih lanjut.

Hal serupa terjadi pada permohonan yang disampaikan pada 7 April 2026 kepada CGIF (Credit Guarantee and Investment Facility). ADCP mengajukan agenda waiver atas financial covenants serta perubahan penggunaan dana hasil penerbitan obligasi. Statusnya masih dalam proses pembahasan.

Pada 29 Juli 2026, ADCP kembali mengajukan permohonan penyelenggaraan RUPO Obligasi III Seri A dan Seri B kepada Wali Amanat. Agenda yang diajukan mencakup pemberian waiver atas pemenuhan rasio keuangan, perubahan penggunaan dana, serta perubahan mekanisme penjamin obligasi beserta penyesuaian ketentuan dalam perjanjian perwaliamanatan.

ADCP juga telah mengajukan permohonan dukungan dan restrukturisasi Obligasi III kepada CGIF pada 1 Juli 2026.

Permohonan tersebut mencakup dukungan pemenuhan kewajiban pembayaran kupon Obligasi III Adhi Commuter Properti Tahun 2023 untuk periode Juni hingga Desember 2026, serta penundaan sementara pembayaran Guarantee Fee CGIF untuk periode yang sama.

Selain itu, pada 15 Juli 2026, perseroan menyampaikan rencana kerja kepada CGIF terkait pemenuhan kewajiban jangka pendek untuk periode Juni-Desember 2026. Sumber dana yang direncanakan berasal dari divestasi lahan dan percepatan penjualan unit properti ready stock.

ADCP juga tengah melakukan koordinasi kebutuhan pendanaan dengan Danantara melalui PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) selaku induk usaha. Dukungan pendanaan tersebut difokuskan untuk mempercepat konstruksi sejumlah proyek perseroan.

Menurut ADCP, percepatan pembangunan diharapkan dapat mempercepat serah terima unit kepada konsumen, mempercepat pencairan dana dari escrow account, serta meningkatkan penjualan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).

Perseroan menilai serah terima unit secara konsisten dapat membantu memulihkan kepercayaan pasar, mendorong penjualan baru, sekaligus meningkatkan arus kas masuk. Arus kas tersebut menjadi salah satu sumber likuiditas untuk memenuhi kewajiban keuangan perseroan ke depan.

Selain kewajiban obligasi, ADCP juga tengah menjalankan proses restrukturisasi fasilitas kredit dan pinjaman jangka panjang perbankan pada triwulan IV 2026.

Perseroan melakukan negosiasi dengan bank kreditur terkait penjadwalan ulang pembayaran pokok dan bunga pinjaman. Langkah tersebut ditujukan untuk menyelaraskan profil arus kas operasional dengan skema pembayaran kewajiban utang.

Hingga 30 September 2026, sejumlah agenda pemulihan telah berstatus selesai, sedangkan sebagian lainnya masih dalam proses pembahasan dengan Wali Amanat, CGIF, Danantara, maupun perbankan kreditur.

ADCP menegaskan akan terus berupaya menjaga kelangsungan usaha atau going concern. Perseroan juga menyatakan terus melakukan koordinasi dengan regulator, mitra, kreditur, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan dengan mempertimbangkan kepentingan pemegang saham.

Topik terkait
ADCP PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) realisasi rencana pemulihan kondisi penyebab suspensi negosiasi kreditur obligasi