EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

Bank Raya (AGRO) Ganti Direktur, Target Bisnis Makin Ngebut

Oleh Komarudin 07 Oct 2026 17:30 3 menit baca

EmitenTrust.com - PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) melakukan perubahan susunan pengurus setelah pemegang saham menyetujui seluruh agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2026 yang digelar pada 7 Oktober 2026.

Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham menyetujui dua agenda, yakni perubahan Anggaran Dasar Perseroan serta perubahan susunan pengurus Bank Raya.

Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, mengatakan dukungan dan persetujuan pemegang saham terhadap agenda RUPSLB akan mendukung langkah perseroan dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang berkualitas.

“Bank Raya telah mencatatkan pertumbuhan yang baik pada Semester Pertama Tahun 2026, dan berada pada posisi yang terus membaik untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang yang bernilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Ida Bagus.

Dalam agenda perubahan susunan pengurus, pemegang saham menyetujui penunjukan Hari Basuki sebagai Direktur Bisnis. Namun, pengangkatan tersebut baru efektif setelah Hari Basuki dinyatakan lulus uji kemampuan dan kepatutan (fit & proper test) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dengan perubahan tersebut, susunan Direksi Bank Raya menjadi sebagai berikut:

Direktur Utama: Ida Bagus Ketut Subagia

Direktur Keuangan: Rustarti Suri Pertiwi

Direktur Digital & Operasional: Lukman Hakim

Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia: Danar Widyantoro

Direktur Bisnis: Hari Basuki*

*Efektif setelah lulus uji kemampuan dan kepatutan OJK.

Sementara itu, susunan Dewan Komisaris Bank Raya adalah:

Komisaris Utama: Muhamad Sidik Heruwibowo

Komisaris Independen: Johanes Kuntjoro Adi S.

Komisaris Independen: Retno Wahyuni Wijayanti

Komisaris Independen: Farid Rahman

Komisaris: Tatang Yuliono*

*Sedang dalam proses uji kemampuan dan kepatutan oleh OJK.

Selain perubahan pengurus, RUPSLB juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Penyesuaian tersebut dilakukan untuk menyelaraskan ketentuan Anggaran Dasar dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Bank Raya berharap perubahan tersebut dapat memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang serta memastikan pertumbuhan bisnis yang sehat, transparan, dan berkelanjutan.

Laba Bersih Rp12,01 Miliar

Di sisi kinerja, Bank Raya mencatatkan laba bersih sebesar Rp12,01 miliar pada Semester I/2026. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh perkembangan bisnis kredit digital.

Hingga Semester I/2026, penyaluran kredit digital Bank Raya mencapai Rp16,46 triliun, tumbuh 22,6% secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, outstanding kredit digital mencapai Rp3,17 triliun atau meningkat 21,2% yoy.

Dari sisi pendanaan, bisnis Bank Raya turut ditopang oleh pertumbuhan Digital Saving yang mencapai Rp2,47 triliun, meningkat 66,4% yoy.

Aktivitas nasabah melalui aplikasi Raya juga terus meningkat. Hingga Semester I/2026, transaksi di aplikasi tersebut tumbuh 41,2% dan mencapai sekitar 3 juta transaksi.

Bank Raya juga terus mengembangkan inovasi digital. Pada Semester I/2026, perseroan menghadirkan fitur Raya Active yang menghubungkan aktivitas fisik nasabah, seperti jumlah langkah, jarak tempuh, dan kalori yang terbakar, dengan target finansial.

Sementara pada Semester II/2026, Bank Raya meluncurkan fitur Raya Jejak Hijau untuk meningkatkan kesadaran nasabah terhadap lingkungan melalui informasi estimasi emisi karbon (CO2e) yang dihemat dari transaksi digital.

Ida Bagus menambahkan, perubahan kepengurusan dilakukan untuk memastikan perseroan memiliki kombinasi keahlian yang dapat mendukung perkembangan Bank Raya.

Topik terkait
AGRO PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa 2026m RUPSLB 2026 7 Oktober 2026 Dewan Komisaris Direksi Bank Raya Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Perubahan Susunan Pengurus Perseroan.