EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

BEI Rombak Indeks ABX, Bobot MGLV, PACK hingga UDNG Dipangkas

Oleh Komarudin 26 Aug 2026 13:31 5 menit baca

EmitenTrust.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi minor terhadap indeks ABX. Hasil evaluasi ini membawa perubahan pada jumlah saham yang digunakan dalam penghitungan indeks serta bobot sejumlah konstituen.

Berdasarkan Pengumuman BEI No. Peng-00160/BEI.POP/08-2026 tertanggal 24 Agustus 2026, hasil evaluasi minor indeks ABX akan berlaku efektif mulai 1 September 2026 hingga 27 November 2026.

Dalam evaluasi tersebut, terdapat 41 saham yang menjadi konstituen ABX. Sejumlah saham mengalami kenaikan bobot, sementara beberapa lainnya mengalami penurunan. Selain itu, terdapat tiga saham baru yang masuk ke dalam indeks, yakni FLMC, KING, dan MSIE.

Perubahan paling mencolok terjadi pada EURO, yang bobotnya naik dari 9,78% menjadi 15%. Jumlah saham EURO untuk penghitungan indeks juga meningkat dari 393.985.608 lembar menjadi 536.370.644 lembar.

Sebaliknya, MGLV mengalami penurunan bobot paling besar, dari 24,81% menjadi 15%. Jumlah saham MGLV yang digunakan dalam penghitungan indeks turun dari 151.657.474 lembar menjadi 81.363.673 lembar.

Saham PACK juga mengalami pemangkasan bobot dari 16,83% menjadi 15%, dengan jumlah saham indeks turun dari 3.237.133.214 lembar menjadi 2.559.950.800 lembar.

Hal serupa terjadi pada UDNG, yang bobotnya turun dari 17,23% menjadi 15%. Jumlah saham UDNG dalam penghitungan indeks berkurang dari 857.519.635 lembar menjadi 662.575.501 lembar.

Di sisi lain, LUCY menjadi salah satu saham yang mencatat kenaikan jumlah saham indeks paling signifikan. Jumlah saham LUCY melonjak dari 202.070.837 lembar menjadi 572.130.099 lembar.

Kenaikan tersebut diikuti peningkatan bobot LUCY dari 0,90% menjadi 2,88%.

BMBL juga mengalami kenaikan jumlah saham untuk penghitungan indeks, dari 391.842.810 lembar menjadi 513.083.344 lembar. Bobot BMBL naik dari 0,16% menjadi 0,23%.

Sementara itu, IBOS mengalami penurunan jumlah saham indeks dari 3.280.356.601 lembar menjadi 3.173.888.180 lembar. Namun, bobotnya justru meningkat dari 3,83% menjadi 4,17%.

MEJA juga mengalami penurunan jumlah saham indeks dari 1.575.280.959 lembar menjadi 1.563.805.402 lembar, tetapi bobotnya meningkat dari 2,91% menjadi 3,25%.

BEI juga memasukkan tiga saham baru ke dalam indeks ABX.

FLMC masuk dengan jumlah saham indeks sebanyak 387.812.500 lembar dan bobot 0,52%.

Kemudian KING masuk dengan jumlah saham indeks sebanyak 522.913.001 lembar dan bobot 2,37%.

Sementara MSIE masuk dengan jumlah saham indeks sebanyak 357.555.899 lembar dan bobot 0,58%.

Adapun sejumlah saham lainnya mengalami perubahan bobot meskipun jumlah saham untuk penghitungan indeks tetap.

CHIP, misalnya, jumlah saham indeks tetap 199.888.000 lembar, tetapi bobot meningkat dari 2,64% menjadi 2,98%.

NINE juga mempertahankan jumlah saham indeks sebanyak 1.270.688.700 lembar, sedangkan bobot naik dari 1,61% menjadi 1,82%.

Berikut daftar lengkap Bobot Saham ke indeks ABX setelah evaluasi minor:

AEGS: jumlah saham indeks turun dari 400.118.303 menjadi 397.703.709 saham. Namun, bobot naik dari 0,25% menjadi 0,28%.
AMMS: jumlah saham indeks tetap 307.588.904 saham, sedangkan bobot naik dari 0,78% menjadi 0,88%.
BMBL: jumlah saham indeks naik dari 391.842.810 menjadi 513.083.344 saham, dengan bobot meningkat dari 0,16% menjadi 0,23%.
CASH: jumlah saham indeks turun dari 449.143.411 menjadi 342.805.673 saham. Bobot juga turun dari 1,50% menjadi 1,29%.
CHIP: jumlah saham indeks tetap 199.888.000 saham, tetapi bobot naik dari 2,64% menjadi 2,98%.
EURO: jumlah saham indeks melonjak dari 393.985.608 menjadi 536.370.644 saham. Bobot naik dari 9,78% menjadi 15%.
FLMC: menjadi saham baru dengan 387.812.500 saham untuk indeks dan bobot 0,52%.
GRPM: jumlah saham indeks naik dari 312.534.520 menjadi 335.707.958 saham, dengan bobot naik dari 0,82% menjadi 0,99%.
HAJJ: jumlah saham indeks naik dari 701.308.683 menjadi 703.283.505 saham, sedangkan bobot meningkat dari 1,21% menjadi 1,37%.
HBAT: jumlah saham indeks tetap 240.723.347 saham, dengan bobot naik dari 0,78% menjadi 0,87%.
IBOS: jumlah saham indeks turun dari 3.280.356.601 menjadi 3.173.888.180 saham, tetapi bobot naik dari 3,83% menjadi 4,17%.
IDEA: jumlah saham indeks naik dari 345.398.431 menjadi 355.066.613 saham, dengan bobot naik dari 0,32% menjadi 0,37%.
IPAC: jumlah saham indeks tetap 89.287.639 saham, sedangkan bobot naik dari 0,24% menjadi 0,27%.
ISAP: jumlah saham indeks naik tipis dari 1.969.167.733 menjadi 1.969.170.482 saham, dengan bobot naik dari 0,67% menjadi 0,75%.
KING: menjadi saham baru dengan 522.913.001 saham untuk indeks dan bobot 2,37%.
KLIN: jumlah saham indeks tetap 120.946.556 saham, sedangkan bobot naik dari 0,21% menjadi 0,23%.
LFLO: jumlah saham indeks turun dari 242.846.378 menjadi 203.614.330 saham dan bobot turun dari 1,81% menjadi 1,71%.
LMAX: jumlah saham indeks tetap 159.512.153 saham, tetapi bobot naik dari 0,27% menjadi 0,31%.
LOPI: jumlah saham indeks turun tipis dari 361.573.711 menjadi 361.353.708 saham, namun bobot naik dari 0,44% menjadi 0,50%.
LUCY: jumlah saham indeks melonjak dari 202.070.837 menjadi 572.130.099 saham. Bobot meningkat dari 0,90% menjadi 2,88%.
MANG: jumlah saham indeks naik tipis dari 762.520.398 menjadi 762.521.135 saham, dengan bobot naik dari 0,43% menjadi 0,48%.
MEJA: jumlah saham indeks turun dari 1.575.280.959 menjadi 1.563.805.402 saham, tetapi bobot naik dari 2,91% menjadi 3,25%.
MGLV: jumlah saham indeks turun dari 151.657.474 menjadi 81.363.673 saham. Bobot anjlok dari 24,81% menjadi 15% karena batas maksimum bobot 15%.
MSIE: menjadi saham baru dengan 357.555.899 saham untuk indeks dan bobot 0,58%.
NANO: jumlah saham indeks naik dari 2.010.300.030 menjadi 2.016.728.191 saham, dengan bobot naik dari 0,98% menjadi 1,11%.
NAYZ: jumlah saham indeks tetap 763.473.435 saham, sedangkan bobot naik dari 0,78% menjadi 0,88%.
NINE: jumlah saham indeks tetap 1.270.688.700 saham, dengan bobot naik dari 1,61% menjadi 1,82%.
OLIV: jumlah saham indeks tetap 609.733.526 saham, sedangkan bobot naik dari 0,43% menjadi 0,49%.
PACK: jumlah saham indeks turun dari 3.237.133.214 menjadi 2.559.950.800 saham. Bobot turun dari 16,83% menjadi 15%.
PLAN: jumlah saham indeks tetap 271.703.008 saham, dengan bobot naik dari 0,16% menjadi 0,18%.
PPGL: jumlah saham indeks tetap 185.699.667 saham, sedangkan bobot naik dari 0,63% menjadi 0,70%.
RCCC: jumlah saham indeks tetap 157.500.000 saham, dengan bobot naik dari 0,25% menjadi 0,28%.
RELF: jumlah saham indeks tetap 1.323.129.237 saham, sedangkan bobot naik dari 0,68% menjadi 0,77%.
RUNS: jumlah saham indeks naik dari 193.662.546 menjadi 203.104.701 saham, dengan bobot meningkat dari 0,18% menjadi 0,21%.
SMKM: jumlah saham indeks turun tipis dari 939.750.000 menjadi 939.248.800 saham, tetapi bobot naik dari 1,44% menjadi 1,63%.
SOFA: jumlah saham indeks turun dari 480.032.677 menjadi 479.536.605 saham, sedangkan bobot naik dari 2,33% menjadi 2,62%.
SOUL: jumlah saham indeks turun tipis dari 290.008.775 menjadi 289.900.523 saham, dengan bobot naik dari 0,16% menjadi 0,18%.
SPRE: jumlah saham indeks tetap 240.000.000 saham, sedangkan bobot naik dari 0,32% menjadi 0,36%.
UDNG: jumlah saham indeks turun dari 857.519.635 menjadi 662.575.501 saham. Bobot turun dari 17,23% menjadi 15%.
WGSH: jumlah saham indeks naik dari 377.802.000 menjadi 411.787.500 saham, dengan bobot meningkat dari 0,97% menjadi 1,19%.
WIDI: jumlah saham indeks naik dari 665.613.180 menjadi 670.413.275 saham, sedangkan bobot naik dari 0,26% menjadi 0,29%.


Dalam evaluasi ini, sejumlah saham tercatat memiliki bobot pascaevaluasi sebesar 15%, yakni EURO, MGLV, PACK, dan UDNG.

BEI mencantumkan ketentuan 15% cap dalam penghitungan bobot indeks. Karena itu, bobot MGLV, PACK, dan UDNG yang sebelumnya berada di atas 15% disesuaikan menjadi maksimal 15%. Sementara EURO meningkat hingga menyentuh batas tersebut.

BEI juga mengingatkan bahwa jumlah saham untuk penghitungan indeks dapat disesuaikan pada tanggal efektif apabila terdapat aksi korporasi seperti stock split, reverse stock, rights issue, saham bonus, atau dividen saham.

Selain itu, saham yang berpindah ke Papan Pemantauan Khusus sebelum tanggal efektif akan dikeluarkan dari indeks papan. Saham yang telah keluar dari Papan Pemantauan Khusus dan kembali ke Papan Utama, Papan Pengembangan, atau Papan Akselerasi akan kembali ke indeks papan MBX/DBX/ABX pada evaluasi indeks mayor atau minor terdekat.

Dengan demikian, susunan baru indeks ABX beserta bobot tersebut akan mulai berlaku pada 1 September 2026 dan efektif sampai 27 November 2026.

Topik terkait
indeks ABX 41 saham konstituen BEI perhitungan indeks FLMC KING MSIE