BEI Telisik Rencana Rights Issue EPAC 2 Miliar Saham
EmitenTrust.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan dan tanggapan PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) terkait rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue, potensi dilusi, penggunaan dana, serta posisi buyback
Dalam tanggapannya kepada BEI, Direktur Keuangan EPAC Nicky Gunhadi menyampaikan bahwa perseroan secara indikatif menyiapkan penerbitan hingga 2 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham. Dengan asumsi tersebut, modal ditempatkan dan disetor penuh EPAC akan meningkat dari 3,3034 miliar saham menjadi 5,3034 miliar saham.
Nicky menegaskan bahwa rasio HMETD dan harga pelaksanaan belum ditetapkan. Penentuan harga nantinya akan mempertimbangkan kondisi pasar, kebutuhan pendanaan, serta ketentuan OJK dan BEI dan akan dituangkan dalam prospektus.
" EPAC juga belum menetapkan secara pasti jumlah dana yang akan dihimpun. Besaran dana akan bergantung pada harga pelaksanaan, jumlah saham yang diterbitkan, biaya emisi, serta alokasi untuk belanja modal dan pembayaran sebagian utang," tegas dia dalam menjawab surat BEI pada Senin (6/10)..
Adapun dana hasil PMHMETD direncanakan digunakan untuk pengembangan usaha, modal kerja, dan pembayaran sebagian utang perseroan. Untuk modal kerja, dana tersebut antara lain akan digunakan untuk pembelian bahan baku serta membiayai kegiatan produksi, distribusi, dan operasional.
Sementara itu, belanja modal akan diarahkan untuk pengembangan usaha yang sejalan dengan kegiatan utama EPAC. Rincian jenis proyek dan besaran alokasi masih dalam tahap penyusunan dan akan diungkapkan dalam prospektus.
Potensi Dilusi Pemegang Saham
Dengan asumsi seluruh 2 miliar saham baru diterbitkan, porsi kepemilikan pemegang saham lama akan terdilusi apabila tidak mengambil HMETD.
Berdasarkan proforma yang disampaikan perseroan, kepemilikan PT Omni Multi Industrindo akan turun dari 24,22% menjadi 15,08%, sedangkan PT Triple Berkah Bersama turun dari 38,84% menjadi 24,19%. Porsi masyarakat juga berkurang dari 36,94% menjadi 23,01%.
Sebaliknya, saham baru hasil PMHMETD akan mewakili sekitar 37,71% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah aksi korporasi.
EPAC juga memberikan sejumlah skenario kepada BEI. Apabila seluruh pemegang saham melaksanakan HMETD sesuai haknya tanpa membeli saham tambahan, struktur kepemilikan masing-masing pemegang saham secara persentase tetap sama.
Namun, jika hanya pemegang saham utama, yakni PT Triple Berkah Bersama, yang melaksanakan HMETD sesuai haknya, kepemilikannya berpotensi meningkat menjadi 61,91%. Sementara kepemilikan PT Omni Multi Industrindo menjadi 15,08% dan masyarakat 23,01%.
Belum Ada Pembeli Siaga
EPAC menyatakan hingga saat ini belum terdapat Pembeli Siaga untuk pelaksanaan PMHMETD I. Perseroan juga tidak merencanakan penerbitan waran maupun efek lainnya secara bersamaan dengan rights issue tersebut.
Rencana buyback yang sebelumnya telah diungkapkan juga merupakan aksi korporasi terpisah dan bukan penerbitan efek tambahan.
Manajemen menjelaskan, rencana PMHMETD dan buyback yang diajukan dalam waktu berdekatan dilatarbelakangi kebutuhan untuk menyiapkan pendanaan pengembangan usaha sekaligus memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan struktur permodalan.
Meski demikian, EPAC menegaskan dana hasil PMHMETD tidak akan digunakan untuk buyback. Buyback hanya akan dilakukan apabila perseroan memiliki dana internal lebih setelah kebutuhan operasional, pembayaran kewajiban, dan pengembangan usaha terpenuhi.
EPAC berencana menggunakan laporan keuangan per 30 September 2026 sebagai laporan keuangan yang mendukung rencana PMHMETD.
Perseroan juga menyatakan belum menetapkan rencana penerbitan saham atau efek bersifat ekuitas lainnya dalam 12 bulan setelah tanggal efektif PMHMETD, selain aksi yang telah disampaikan kepada publik.