EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

BEI Tetapkan Harga Teoretis Rights Issue FORU Rp131, Mulai Besok

Oleh Komarudin 21 Sep 2026 21:39 3 menit baca

EmitenTrust.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan harga teoretis saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) sebesar Rp131 per saham mulai perdagangan 22 September 2026. Penyesuaian tersebut dilakukan menyusul aksi korporasi berupa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Sebelumnya, harga saham FORU pada akhir Cum di Pasar Reguler 21 September 2026 berada di level Rp2.560 per saham. Setelah memperhitungkan HMETD, BEI menetapkan harga teoretis sebesar Rp131,253 yang kemudian disesuaikan berdasarkan fraksi harga menjadi Rp131 per saham.

Dalam aksi HMETD tersebut, FORU menetapkan rasio 100:46.235. Artinya, setiap pemegang 100 saham lama memperoleh hak untuk membeli 46.235 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp126 per saham.

Berdasarkan perhitungan BEI, harga teoretis FORU turun dari harga cum Rp2.560 menjadi Rp131, atau secara nominal terkoreksi sekitar 94,88%. Namun, angka tersebut merupakan penyesuaian teoretis akibat aksi HMETD, bukan dengan sendirinya menunjukkan penurunan nilai ekonomi pemegang saham karena pemegang saham juga memperoleh hak untuk membeli saham baru sesuai rasio yang ditetapkan.

Selain harga saham, BEI juga menyesuaikan harga dasar FORU untuk keperluan penghitungan Indeks Harga Saham Individual. Harga dasar baru ditetapkan menjadi Rp6,652, dari harga dasar sebelumnya Rp130, setelah menggunakan harga teoretis Rp131 dibandingkan harga cum Rp2.560.

Harga teoretis Rp131 tersebut akan digunakan sebagai pedoman tawar-menawar di JATS untuk Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada perdagangan 22 September 2026.

Seperti diketahui PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menggelar rights issue dengan nilai maksimal mencapai Rp27,10 triliun.

Dalam aksi korporasi tersebut, FORU menawarkan sebanyak-banyaknya 215,096 miliar  saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Jumlah tersebut setara dengan 99,79% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah pelaksanaan rights issue.

Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp126 per saham. Dengan demikian, jika seluruh saham baru terserap, perseroan berpotensi memperoleh dana hingga Rp27,10 triliun.

Setiap pemegang 100 saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang  Saham (DPS) pada 23 September 2026 pukul 16.00 WIB akan memperoleh 46.235 HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak untuk membeli satu saham baru.

Bagian terbesar aksi korporasi FORU berasal dari transaksi inbreng dengan IMR Asia Holding Pte Ltd (IMR AH).Berinvestasi

IMR AH yang merupakan pemegang saham pengendali FORU dengan kepemilikan 76,81% berkomitmen melaksanakan sebanyak 165,216 miliar HMETD melalui penyetoran modal dalam bentuk selain uang atau inbreng.

Sebagai bagian dari transaksi tersebut, IMR AH akan menyerahkan kepemilikan 49% saham PT Borneo Prima (BP) kepada FORU. Saham yang dialihkan mencapai 10.780 saham Seri A BP, dengan nilai seluruhnya sebesar Rp20,82 triliun.

Dengan transaksi tersebut, FORU akan memperoleh tambahan kepemilikan pada perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara, khususnya batu bara metalurgi.

Pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD berpotensi mengalami dilusi maksimum sebesar 99,79% setelah berakhirnya periode pelaksanaan HMETD.

Topik terkait
FORU PT Bursa Efek Indonesia (BEI) harga teoretis saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) perdagangan 22 September 2026 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) rights issue