CSIS Baru Pakai 5%, Dana Rights Issue Rp186M Masih Parkir di IBK Bank
EmitenTrust.com - PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) baru merealisasikan sekitar Rp10,4 miliar dari dana bersih hasil rights issue hingga 30 Juni 2026. Sementara itu, sebagian besar dana hasil aksi korporasi tersebut masih tersimpan di rekening perseroan.
Direktur Utama CSIS Tjoe Aubintoro dalam keterbukaan informasi, Jumat (4/9/2026), menyampaikan perseroan memperoleh dana efektif dari penawaran umum dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue pada 11 Desember 2025 sebesar Rp198,6 miliar.
Setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp1,93 miliar, CSIS mengantongi dana bersih rights issue sekitar Rp196,7 miliar.
Dari dana tersebut, perseroan telah menggunakan sekitar Rp10,4 miliar untuk sejumlah pekerjaan infrastruktur di kawasan industri.
Penggunaan terbesar antara lain untuk Pekerjaan Jalan Beton Tahap II Area Gate 3 Sisi Kanan dan Bundaran 2 Menuju Perempatan Gracia sebesar Rp2,1 miliar.
Kemudian, CSIS mengalokasikan Rp1,08 miliar untuk Pekerjaan Jalan Beton Tahap I seluas 3.000 meter persegi di Area Depan Hungfu.
Perseroan juga merealisasikan Rp2,008 miliar untuk Pekerjaan Cut and Fill Area Kavling Blok K-N1 Kawasan Industri Cikembar.
Selanjutnya, sebesar Rp3,2 miliar digunakan untuk Pekerjaan Cut and Fill Blok N1 Tahap II di Kawasan Industri Cikembar (KIC), sedangkan Rp2,01 miliar digunakan untuk Pekerjaan Pemasangan CCSP.
Jika dijumlahkan, total dana rights issue yang telah direalisasikan CSIS untuk berbagai pekerjaan tersebut mencapai sekitar Rp10,4 miliar.
Dengan demikian, masih terdapat dana rights issue sekitar Rp186,2 miliar yang belum digunakan perseroan.
Dana tersebut saat ini ditempatkan pada rekening giro di IBK Bank Indonesia dengan tingkat bunga masing-masing sebesar 0,1% dan 3%.
CSIS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang holding dan pengembangan real estate melalui entitas anak.
Pada perdagangan Jumat (4/9) saham CSIS turun 0,92 persen ke level Rp216. Dalam sebulan terakhir naik 9,09 persen. Dalam enam bulan melonjak 24,1 persen dari harga Rp174 pada 4 Maret 2026.