Grup Rajawali (BWPT) Habiskan Dana Sukuk Rp40M, Buat Apa?
EmitenTrust.com - - PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) emiten sawit grup Rajawali telah merealisasikan seluruh dana bersih hasil penerbitan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2026 sebesar Rp40,04 miliar. Dana tersebut digunakan sepenuhnya untuk kebutuhan operasional, terutama pembelian minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO), tandan buah segar (TBS), pupuk, dan bahan bakar.
Berdasarkan laporan penggunaan dana hasil penawaran umum melalui surat bernomor 115/BOD/EHP/X/2026, BWPT memperoleh dana sukuk sebesar Rp42,1 miliar yang efektif pada 29 Juni 2026. Setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp2,06 miliar, dana bersih yang diterima perseroan mencapai Rp40,04 miliar.
Dalam laporan tersebut, BWPT menyatakan seluruh dana bersih telah direalisasikan sesuai rencana penggunaan dana dalam prospektus. Dengan demikian, tidak terdapat sisa dana hasil penerbitan sukuk tersebut.
Rincian penggunaan dana menunjukkan bahwa sebagian besar dana dialokasikan untuk pembelian CPO dari tiga perusahaan. PT Sarana Prima Multi Niaga menerima Rp24,29 miliar atau sekitar 60,66% dari dana bersih.
Selanjutnya, pembelian CPO dari PT Saraswanti Sawit Makmur mencapai Rp14,89 miliar atau sekitar 37,18%. Sementara itu, PT Sawitmas Parenggean menerima Rp866,30 juta atau sekitar 2,16%.
Secara keseluruhan, ketiga alokasi tersebut mencapai Rp40,04 miliar atau 100% dari dana bersih hasil penerbitan sukuk.
Adapun biaya penerbitan sukuk sebesar Rp2,06 miliar mencakup biaya penjaminan emisi, jasa penyelenggaraan, penjualan, profesi dan lembaga penunjang pasar modal, konsultasi keuangan, serta biaya lain yang terkait langsung dengan emisi.