Grup Salim (AHAP) Rights Issue 2,19 Miliar saham, ACA Siap Eksekusi
EmitenTrust.com - PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) bersiap menggelar aksi penambahan modal melalui Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu V (PMHMETD V) atau rights issue. Dari aksi korporasi tersebut, perseroan menargetkan dana maksimal Rp175 miliar.
Dalam prospektusnya, AHAP akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 3,5 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham. Saham tersebut juga ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp50 per saham.
Dengan struktur tersebut, setiap pemegang 7 saham lama AHAP yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 8 Oktober 2026 akan memperoleh 5 HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak untuk membeli satu saham baru dengan harga Rp50.
Menariknya, aksi korporasi ini telah mendapatkan komitmen dari pemegang saham utama AHAP, yakni PT Asuransi Central Asia (ACA).
ACA menyatakan akan mengambil seluruh HMETD yang menjadi haknya sebanyak 2,19 miliar saham, atau setara dengan 62,58% dari seluruh saham yang diterbitkan dalam PMHMETD V.
Nilai nominal saham yang akan diambil ACA mencapai sekitar Rp109,51 miliar. Namun, pemenuhan kewajiban tersebut tidak seluruhnya dilakukan dengan setoran tunai.
ACA akan menggunakan Rp30 miliar dari Pinjaman Subordinasi yang telah tercatat dalam laporan keuangan AHAP per 31 Maret 2026 untuk dikonversi menjadi setoran modal.
Sementara sisa kewajiban sebesar sekitar Rp79,51 miliar akan dibayarkan secara tunai pada saat pelaksanaan PMHMETD V.
Dengan demikian, rights issue AHAP menjadi momentum bagi perseroan untuk memperkuat struktur permodalan, sekaligus bagi ACA untuk meningkatkan atau mempertahankan kepemilikannya melalui pelaksanaan haknya.
Berbeda dengan sejumlah aksi rights issue lainnya, dalam PMHMETD V ini tidak terdapat pihak yang bertindak sebagai Pembeli Siaga.
Apabila tidak seluruh saham baru diserap pemegang saham, sisa saham akan terlebih dahulu dialokasikan kepada pemegang saham lain yang melakukan pemesanan tambahan. Alokasi dilakukan secara proporsional berdasarkan HMETD yang telah dilaksanakan.
Jika setelah proses tersebut masih terdapat saham yang tersisa, saham tersebut tidak akan dikeluarkan dari portepel perseroan.
Di sisi lain, pemegang saham AHAP yang tidak menggunakan haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan yang cukup besar. Berdasarkan prospektus, tingkat dilusi maksimal mencapai 41,67%.
Perseroan juga mengungkapkan bahwa salah satu risiko utama yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha adalah risiko asuransi, antara lain risiko ketidakmampuan memenuhi kewajiban kepada pemegang polis akibat proses seleksi risiko, penetapan premi, penggunaan reasuransi, maupun penanganan klaim.
AHAP telah menyampaikan pernyataan pendaftaran PMHMETD V kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 8 Juli 2026 dan memperoleh tanggal efektif OJK pada 28 September 2026.
Adapun cum-HMETD di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 6 Oktober 2026, sedangkan recording date pemegang saham yang berhak memperoleh HMETD ditetapkan pada 8 Oktober 2026.
HMETD kemudian didistribusikan pada 9 Oktober 2026 dan mulai diperdagangkan sekaligus dilaksanakan pada 12 Oktober 2026. Perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung hingga 16 Oktober 2026.
Sementara itu, pencatatan saham hasil PMHMETD V di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada 12 Oktober 2026.
Sebagai informasi Aksi PMHMETD V PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) berpotensi mengubah struktur kepemilikan perseroan secara signifikan apabila hanya pemegang saham utama, PT Asuransi Central Asia (ACA), yang mengeksekusi haknya.
Berdasarkan proyeksi dalam prospektus perseroan, sebelum pelaksanaan rights issue, modal ditempatkan dan disetor penuh AHAP terdiri dari 4,9 miliar saham dengan nilai nominal Rp50 per saham.
Dari jumlah tersebut, ACA menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 3,066 miliar saham atau 62,58%.
Sementara itu, Sendra Gunawan, MSME memiliki 594,98 juta saham atau 12,14%, sedangkan masyarakat dengan kepemilikan di bawah 5% menguasai 1,239 miliar saham atau 25,28%.
Setelah PMHMETD V, apabila seluruh pemegang saham melaksanakan haknya secara proporsional, struktur kepemilikan masing-masing kelompok secara persentase tidak berubah. ACA tetap berada di level 62,58%, Sendra Gunawan 12,14%, dan masyarakat 25,28%.
Namun, terdapat skenario berbeda apabila hanya ACA yang menggunakan seluruh HMETD yang menjadi haknya.
Dalam skenario tersebut, jumlah saham ACA akan meningkat dari 3,066 miliar saham menjadi 5,257 miliar saham.
Kenaikan tersebut membuat porsi kepemilikan ACA berpotensi melonjak dari 62,58% menjadi 74,14% setelah pelaksanaan PMHMETD V.
Sebaliknya, kepemilikan Sendra Gunawan secara jumlah saham tidak berubah di 594,98 juta saham. Namun, karena jumlah saham beredar bertambah, porsinya akan terdilusi menjadi 8,39%.
Hal serupa terjadi pada masyarakat dengan kepemilikan di bawah 5%. Jumlah saham mereka tetap 1,239 miliar saham, tetapi persentasenya turun dari 25,28% menjadi 17,47%.
Dalam skenario tersebut, jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh AHAP meningkat dari 4,9 miliar saham menjadi 7,09 miliar saham, dengan nilai nominal naik dari Rp245 miliar menjadi sekitar Rp354,51 miliar.
Dengan demikian, pelaksanaan HMETD oleh ACA sementara pemegang saham lainnya tidak mengambil bagian akan membuat konsentrasi kepemilikan di tangan pemegang saham utama semakin besar.
Sementara itu, modal dasar AHAP tetap sebesar 10 miliar saham dengan nilai nominal Rp500 miliar. Setelah skenario tersebut, saham yang masih berada dalam portepel mencapai sekitar 2,91 miliar saham.
Proyeksi tersebut merupakan simulasi berdasarkan asumsi yang tercantum dalam prospektus, yakni ACA melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya sementara pemegang saham lainnya tidak mengambil bagian dalam PMHMETD V.
Pada perdagangan Jumat (25/9) saham AHAP berada di level Rp84. Dalam sepekan terakhir anjlok 19,23 persen dari harga Rp104 pada 21 September 2026.
Pemegang saham pengendali utama PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) adalah PT Asuransi Central Asia (ACA) yang dikendalikan oleh Grup Salim (Anthoni Salim).