Grup Sinarmas (INKP) Parkir Dana Obligasi-Sukuk Rp3,4T di BSI dan BNI Bunga 6,5%

Grup Sinarmas (INKP) Parkir Dana Obligasi-Sukuk Rp3,4T di BSI dan BNI Bunga 6,5%
Pekerja di pabrik kertas milik INKP.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) mengungkapkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II Tahun 2026 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2026.

Berdasarkan laporan penggunaan dana yang disampaikan INKP pada Selasa (15/9) disebutkan bahwa total dana bersih yang diperoleh dari kedua penerbitan surat utang tersebut mencapai Rp4,59 triliun.

Rinciannya, Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II 2026 menghasilkan dana bersih sebesar Rp2,27 triliun, sedangkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V Tahap II 2026 menghasilkan dana bersih Rp2,32 triliun.

Obligasi tersebut diterbitkan dengan jumlah pokok Rp2,28 triliun, dengan biaya emisi sekitar Rp9,79 miliar. Sementara sukuk diterbitkan senilai Rp2,33 triliun, dengan biaya penawaran umum sekitar Rp9,58 miliar.

Untuk Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II, sesuai prospektus, dana bersih sebesar Rp2,27 triliun dialokasikan 7% atau sekitar Rp164,56 miliar untuk pembayaran utang, sedangkan 93% atau sekitar Rp2,10 triliun untuk modal kerja.

Adapun berdasarkan realisasi yang dilaporkan, perseroan telah menggunakan sekitar Rp164,56 miliar untuk pembayaran utang dan Rp196,32 miliar untuk modal kerja.

Dengan demikian, total dana yang telah direalisasikan dari penerbitan obligasi mencapai sekitar Rp360,89 miliar, atau sekitar 15,93% dari dana bersih.

Masih terdapat sisa dana sebesar Rp1,91 triliun dari penerbitan obligasi tersebut.

Sementara itu, dana hasil penerbitan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V Tahap II sebesar Rp2,32 triliun direncanakan digunakan 5% untuk pembayaran utang dan 95% untuk modal kerja.

Dalam realisasinya, perseroan telah menggunakan sekitar Rp120,41 miliar untuk pembayaran utang dan Rp700,73 miliar untuk modal kerja.

Total realisasi penggunaan dana sukuk mencapai sekitar Rp821,13 miliar, atau sekitar 35,36% dari dana bersih. Dengan demikian, masih tersisa dana sekitar Rp1,50 triliun.

Jika digabungkan, sisa dana dari penerbitan obligasi dan sukuk Indah Kiat mencapai sekitar Rp3,41 triliun.

Dana tersebut ditempatkan pada instrumen perbankan. Sisa dana obligasi sebesar Rp1,91 triliun ditempatkan pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dengan tingkat bunga 6%.

Sementara sisa dana sukuk sebesar Rp1,50 triliun ditempatkan pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dengan tingkat bagi hasil/bunga sebesar 6,5%.

Kedua penempatan tersebut merupakan penempatan pada pihak ketiga dan tidak memiliki hubungan dengan perseroan.

Adapun penerbitan Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2026 memperoleh tanggal efektif pada 13 Maret 2026.