HMSP Raup Laba Melonjak 44,4%, Penjualan Tembus Rp87,51T di Kuartal III
EmitenTrust.com - PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) membukukan laba bersih sebesar Rp6,51 triliun hingga 30 September 2026, meningkat 44,42% dibandingkan Rp4,51 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan laba ini terjadi seiring pertumbuhan penjualan bersih dan penurunan beban pajak penghasilan.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim, penjualan bersih HMSP mencapai Rp87,51 triliun selama sembilan bulan pertama 2026, naik 4,50% dibandingkan Rp83,74 triliun pada periode yang sama 2025.
Seiring kenaikan penjualan, beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp71,50 triliun dari Rp68,33 triliun, atau tumbuh 4,63%. Dengan demikian, laba kotor perseroan naik 3,93% menjadi Rp16,02 triliun dari Rp15,41 triliun.
Dari sisi operasional, beban penjualan berhasil ditekan menjadi Rp5,83 triliun, turun 2,57% dibandingkan Rp5,99 triliun pada tahun sebelumnya. Namun, beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp2,49 triliun dari Rp2,46 triliun.
HMSP juga mencatat penghasilan keuangan sebesar Rp321,92 miliar, meningkat dari Rp253,87 miliar. Sementara itu, biaya keuangan turun menjadi Rp26,19 miliar dari Rp29,56 miliar.
Perseroan membukukan penghasilan lain-lain Rp511,78 miliar, melonjak dibandingkan Rp178,13 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, beban lain-lain turun menjadi Rp154,04 miliar dari Rp506,21 miliar.
Kombinasi faktor tersebut mendorong laba sebelum pajak penghasilan naik 21,56% menjadi Rp8,35 triliun, dibandingkan Rp6,87 triliun pada periode Januari-September 2025.
Selain itu, beban pajak penghasilan menyusut menjadi Rp1,84 triliun dari Rp2,36 triliun. Setelah memperhitungkan pajak, laba bersih HMSP mencapai Rp6,51 triliun, dengan laba per saham dasar dan dilusian meningkat menjadi Rp56 dari Rp39.
Dari sisi neraca, total aset HMSP per 30 September 2026 tercatat Rp50,41 triliun, turun 2,23% dibandingkan Rp51,56 triliun pada 31 Desember 2025.
Kas dan setara kas justru melonjak menjadi Rp9,12 triliun dari Rp4,77 triliun pada akhir 2025, atau meningkat sekitar 91,11%.
Sementara itu, persediaan turun menjadi Rp19,40 triliun dari Rp20,41 triliun. Aset tetap juga menyusut menjadi Rp8,14 triliun dari Rp8,75 triliun.
Total liabilitas HMSP turun menjadi Rp22,15 triliun dari Rp23,21 triliun, atau berkurang sekitar 4,55%. Adapun total ekuitas tercatat Rp28,26 triliun, sedikit lebih rendah dibandingkan Rp28,35 triliun pada akhir tahun sebelumnya.
Dalam sembilan bulan pertama 2026, HMSP mencatat pembayaran dividen kepada pemegang saham sebesar Rp6,55 triliun, sedikit meningkat dibandingkan Rp6,47 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Arus kas bersih dari aktivitas operasi tercatat positif Rp7,36 triliun, meningkat dibandingkan Rp4,49 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Arus kas dari aktivitas investasi juga positif Rp3,74 triliun, sementara arus kas pendanaan mencatat pengeluaran bersih Rp6,75 triliun, terutama karena pembayaran dividen dan kewajiban sewa.