IHSG Ambruk 0,58% di Sesi I, INDY, ISAT Malah Terbang
EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan hingga akhir perdagangan sesi I, Rabu (9/9/2026). IHSG turun 38,90 poin atau 0,58% ke level 6.647,49.
Tekanan pasar terlihat dari mayoritas indeks sektoral yang bergerak di zona merah. Penurunan terdalam terjadi pada sektor IDX Kesehatan yang terkoreksi 1,45%, disusul IDX Teknologi sebesar 1,00% dan IDX Barang Konsumer Non-Primer 0,91%.
Sektor IDX Keuangan juga melemah 0,75%, sementara IDX Properti dan Real Estate turun 0,58%. Koreksi berikutnya terjadi pada IDX Barang Konsumer Primer 0,54%, IDX Barang Baku 0,31%, serta IDX Energi 0,25%.
Di tengah tekanan tersebut, tiga sektor masih mampu mencatatkan penguatan. IDX Transportasi memimpin dengan kenaikan 2,15%, diikuti IDX Infrastruktur 0,63% dan IDX Perindustrian 0,07%.
Aktivitas perdagangan saham hingga siang ini mencapai 21,61 miliar saham dengan nilai transaksi Rp8,32 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 355 saham melemah, 268 saham menguat, dan 168 saham bergerak stagnan.
Sejumlah saham mencatatkan kenaikan harga signifikan. ALKA naik Rp410 menjadi Rp4.530 per saham, AADI bertambah Rp350 menjadi Rp12.100, sedangkan BDMN menguat Rp290 ke level Rp4.700 per saham.
Sebaliknya, SINI menjadi salah satu saham dengan penurunan harga terbesar setelah terpangkas Rp700 menjadi Rp14.375 per saham. GGRM turun Rp475 ke Rp19.675, sementara ITMG melemah Rp275 menjadi Rp26.475 per saham.
Dari sisi frekuensi transaksi, BIPI menjadi saham yang paling aktif dengan 73.033 kali transaksi senilai Rp527 miliar. Berikutnya COCO tercatat diperdagangkan sebanyak 26.045 kali dengan nilai Rp105 miliar, sedangkan BUMI mencapai 23.511 kali transaksi senilai Rp202 miliar.
Di jajaran LQ45, MBMA menjadi salah satu top losers setelah turun 2,68% ke Rp545. CPIN terkoreksi 2,40% menjadi Rp3.260 dan BBCA melemah 2,25% ke Rp6.525 per saham.
Sementara itu, INDY menjadi top gainer LQ45 dengan lonjakan 6,76% ke Rp3.000. ISAT menguat 3,39% ke Rp2.440, sedangkan AADI naik 2,98% ke Rp12.100 per saham.