IHSG Ditutup Ambruk 1,69%, INDY Hingga WIFI Ambles di LQ45

IHSG Ditutup Ambruk 1,69%, INDY Hingga WIFI Ambles di LQ45
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Selasa (22/9/2026). IHSG ditutup melemah 107,68 poin atau 1,69% ke level 6.277,04.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Selasa (22/9/2026). IHSG ditutup anjlok 107,68 poin atau 1,69% ke level 6.277,04.

Koreksi IHSG terjadi seiring tekanan yang melanda hampir seluruh indeks sektoral. Dari 11 indeks sektoral, hanya sektor barang konsumen siklikal yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,33%.

Sementara itu, 10 indeks sektoral lainnya berakhir di zona merah. Sektor energi menjadi sektor dengan pelemahan terdalam, yakni 2,76%. Selanjutnya, sektor perindustrian turun 2,31% dan sektor properti dan real estat melemah 2,01%.

Tekanan pasar juga tercermin dari jumlah saham yang mengalami penurunan. Sebanyak 533 saham melemah, sementara hanya 139 saham menguat dan 118 saham stagnan.

Total volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 32,10 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp13,78 triliun.

Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham masih mencatat kenaikan harga. BSSR naik Rp555 menjadi Rp5.475 per saham, AGAR menguat Rp500 menjadi Rp2.800, sedangkan LIFE naik Rp450 menjadi Rp11.925 per saham.

Sebaliknya, DCII menjadi salah satu saham yang mengalami penurunan harga cukup besar, yakni turun Rp3.775 menjadi Rp198.000 per saham. Kemudian BYAN melemah Rp1.275 menjadi Rp11.850, sedangkan POLU turun Rp900 menjadi Rp15.975 per saham.

Dari sisi frekuensi transaksi, BUMI menjadi saham paling aktif diperdagangkan dengan 66.769 kali transaksi senilai sekitar Rp714 miliar. Selanjutnya TRUE mencatat 63.889 kali transaksi senilai Rp169 miliar, sementara BBRI diperdagangkan sebanyak 54.357 kali dengan nilai transaksi Rp875 miliar.

Di jajaran saham LQ45, INDY menjadi top loser dengan penurunan 5,13%, disusul WIFI yang melemah 4,76% dan DEWA turun 4,40%.

Sementara itu, sejumlah saham LQ45 masih mampu mencatat penguatan. ISAT menjadi top gainer dengan kenaikan 4,33%, diikuti CUAN yang naik 2,15% dan HRTA menguat 1,88%.