EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

IHSG Ditutup Ambruk 1,99%! DEWA, MBMA Rontok di LQ45

Oleh Komarudin 27 Oct 2026 16:49 3 menit baca

EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 1,99% atau 106,96 poin ke level 5.266,13 pada perdagangan Selasa (27/10/2026). Tekanan jual meluas di pasar saham dengan 611 saham melemah, sementara hanya 100 saham menguat dan 82 saham bergerak stagnan.

IHSG dibuka di level 5.373 dan bergerak dalam rentang 5.182 hingga 5.418 sepanjang perdagangan. Pelemahan indeks terjadi di tengah tekanan pada hampir seluruh sektor saham.

Sebanyak 10 indeks sektoral berakhir di zona merah. Sektor energi (IDXENERGY) mencatat penurunan terdalam sebesar 3,33%, disusul sektor barang baku (IDXBASIC) yang melemah 3,32% dan sektor teknologi (IDXTECHNO) yang terkoreksi 3,16%.

Tekanan juga terjadi pada sektor infrastruktur (IDXINFRA) yang turun 2,95%, transportasi (IDXTRANS) melemah 2,83%, properti (IDXPROPERT) turun 1,55%, kesehatan (IDXHEALTH) terkoreksi 1,50%, barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) turun 1,36%, keuangan (IDXFINANCE) melemah 1,11%, serta barang konsumen primer (IDXNONCYC) turun 0,49%.

Di tengah koreksi pasar, hanya sektor perindustrian yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan 1,43%.

Total volume perdagangan mencapai 35,68 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp17,10 triliun.

Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham masih mencatat kenaikan harga. PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp1.500 menjadi Rp26.500 per saham. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menguat Rp700 ke Rp17.150, sedangkan BOGA naik Rp350 menjadi Rp1.880 per saham.

Dalam daftar saham dengan kenaikan persentase terbesar, DADA melonjak 33,33% atau naik 6 poin ke level Rp24. TGUK menguat 23,45% atau naik 19 poin ke Rp100, sementara BOGA naik 22,87% atau bertambah 350 poin ke Rp1.880.

Selanjutnya, TMPO menguat 20,63% atau naik 39 poin ke Rp228. OKAS juga naik 19,31% atau bertambah 17 poin ke level Rp105.

Sebaliknya, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) turun Rp5.000 menjadi Rp174.975 per saham. PT Akasha Wira International Tbk (ADES) melemah Rp750 ke Rp32.250, sedangkan POLU turun Rp750 menjadi Rp10.200 per saham.

Adapun saham dengan penurunan persentase terbesar antara lain ACST yang melemah 10% atau turun 8 poin ke Rp72. FLMC terkoreksi 9,21% atau turun 14 poin ke Rp138. TAXI dan BTEK masing-masing turun 7,69% ke Rp12, sementara TAMA melemah 7,38% atau turun 11 poin ke Rp138.

Dari sisi aktivitas transaksi, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling aktif dengan 81.369 kali transaksi senilai Rp1,7 triliun.

Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan 60.879 kali transaksi senilai Rp1,2 triliun. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat 58.577 kali transaksi dengan nilai Rp1,08 triliun.

Pada jajaran saham unggulan indeks LQ45, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menjadi salah satu saham dengan penurunan terdalam, yakni 6,92%. Berikutnya, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melemah 6,78% dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) turun 6,73%.

Namun, sejumlah saham LQ45 masih mampu menguat. UNTR memimpin kenaikan dengan penguatan 6%, disusul PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang naik 3,88% dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang menguat 2,58%.

Topik terkait
IHSG top gainers top losers indeks sektor penutupan perdagangan sesi I