EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

IHSG Ditutup Merah! Tapi SBMA Melonjak 29%, UANG Terbang 25%

Oleh Komarudin 13 Oct 2026 16:43 2 menit baca

EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (13/10/2026). IHSG melemah 0,17% ke level 5.925,97 setelah bergerak dalam rentang 5.828 hingga 5.936 sepanjang perdagangan.


Tekanan terhadap indeks terutama berasal dari sektor teknologi yang turun 0,95%, disusul sektor barang konsumen non-primer yang melemah 0,61% dan sektor keuangan yang terkoreksi 0,18%.

Sejumlah sektor lainnya berhasil bertahan di zona hijau. Sektor properti dan real estat memimpin kenaikan dengan penguatan 1,83%, diikuti sektor kesehatan sebesar 0,53%, energi 0,40%, perindustrian 0,29%, dan infrastruktur 0,28%.

Sementara itu, sektor barang baku melemah 0,19%, barang konsumen primer turun 0,17%, dan transportasi terkoreksi tipis 0,03%.


Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat volume sebanyak 35,84 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp10,39 triliun. Sebanyak 290 saham melemah, 336 saham menguat, dan 168 saham tidak berubah.


Sejumlah saham mencatat kenaikan harga signifikan. ADES melonjak Rp1.450 menjadi Rp35.600 per saham, sedangkan ALKA naik Rp1.300 ke Rp7.800. UANG juga menguat Rp680 menjadi Rp3.410 per saham.

Di jajaran saham dengan persentase kenaikan tertinggi, GRPH melesat 34,14% atau naik 28 poin ke level 110. SBMA menyusul dengan kenaikan 29,72% atau 33 poin ke level 144, sedangkan PICO menguat 28,47% atau 43 poin ke level 194.

ARTA naik 25% atau 430 poin ke level 2.150, sementara UANG menguat 24,90% atau 680 poin ke level 3.410.


Sebaliknya, DCII turun Rp6.225 menjadi Rp193.250 per saham. ABDA melemah Rp560 ke Rp4.010, sedangkan LIFE terkoreksi Rp425 menjadi Rp9.900 per saham.

Untuk saham dengan penurunan persentase terdalam, ASMI merosot 14,70% atau 5 poin ke level 29. FOLK turun 14,70% atau 20 poin ke level 116, sedangkan POLA melemah 14,28% atau 15 poin ke level 90.

KDTN terkoreksi 13,93% atau 56 poin ke level 346, sementara DAAZ turun 13,18% atau 360 poin ke level 2.370.

Dari sisi frekuensi perdagangan, DSSA menjadi saham teraktif dengan 46.683 kali transaksi senilai Rp505 miliar. BMRI menyusul dengan 33.788 kali transaksi senilai Rp437 miliar, sementara BUMI mencatat 30.271 kali transaksi dengan nilai Rp322 miliar.


Di jajaran indeks LQ45, JPFA menjadi salah satu saham dengan penurunan terbesar, yakni 4,57% ke Rp1.985 per saham. INKP melemah 4,03% ke Rp8.325, sedangkan HRTA turun 2,90% ke Rp2.010 per saham.

Sebaliknya, EMTK memimpin kenaikan di antara saham LQ45 yang disebutkan, dengan penguatan 3,83% ke Rp382 per saham. WIFI naik 3,10% ke Rp1.330, sementara EXCL menguat 2,37% ke Rp2.160 per saham.

Topik terkait
IHSG indeks sektor top gainers top losers