back to top

IHSG Menguat 1,18% di Sesi I, Sektor Transportasi Melesat

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan ditutup menguat pada perdagangan sesi pertama Jumat (30/1/2026). IHSG naik 96,95 poin atau 1,18% ke level 8.329,15, didorong aksi beli yang kembali masuk ke sejumlah saham unggulan dan sektoral.

Penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas indeks sektoral yang bergerak di zona hijau. Sektor transportasi memimpin kenaikan dengan lonjakan signifikan sebesar 5,64%. Selanjutnya sektor keuangan menguat 2,32%, barang konsumer primer naik 1,86%, properti dan real estate menguat 1,80%, energi naik 1,05%, sektor kesehatan menguat 0,73%, infrastruktur naik 0,24%, serta sektor barang konsumer non-primer yang juga bergerak positif.

Di sisi lain, tiga sektor masih mencatatkan pelemahan, yakni sektor perindustrian yang turun 1,29%, sektor teknologi melemah 0,90%, dan sektor barang baku terkoreksi 0,53%.

Aktivitas perdagangan hingga sesi pertama terpantau cukup aktif. Total volume transaksi mencapai 33,56 miliar saham dengan nilai perdagangan sebesar Rp22,24 triliun. Dari total 11 sektor di Bursa Efek Indonesia, delapan sektor menguat dan menjadi penopang pergerakan IHSG.

Secara keseluruhan, sebanyak 550 saham tercatat menguat, mencerminkan sentimen positif yang mulai kembali ke pasar. Sementara itu, 181 saham melemah dan 78 saham bergerak stagnan.

Pada kelompok saham unggulan LQ45, penguatan dipimpin oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang melesat 7,31% ke level Rp2.790 per saham. Disusul PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang naik 7,01% ke Rp1.755 per saham, serta PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang menguat 6,67%.

Sementara itu, sejumlah saham LQ45 masih berada di bawah tekanan. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) turun 3,81% ke Rp2.020 per saham, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 3,18% ke Rp2.130 per saham, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 2,31% ke Rp4.220 per saham.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru