IHSG Menguat di Sesi I, Saham POLU-BYAN Jadi Sorotan

IHSG Menguat di Sesi I, Saham POLU-BYAN Jadi Sorotan
Lantai perdagangan saham di BEI
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 22,94 poin atau 0,36% ke level 6.484,09 pada akhir perdagangan sesi I, Rabu (16/9/2026).

Penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan tujuh indeks sektoral, sementara empat sektor lainnya bergerak di zona merah.

Sektor perindustrian menjadi penggerak utama dengan kenaikan 1,89%. Disusul sektor energi yang menguat 1,08% dan sektor barang baku naik 0,66%.

Di sisi lain, sektor teknologi menjadi pemberat utama IHSG dengan penurunan 0,56%. Sektor infrastruktur turun 0,44%, sedangkan sektor keuangan melemah 0,37%.

Aktivitas perdagangan saham hingga akhir sesi I cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 13,62 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp6,23 triliun.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 303 saham menguat, 272 saham melemah, dan 211 saham stagnan.

Sejumlah saham mencatat kenaikan harga cukup signifikan. PT Golden Flower Tbk (POLU) naik Rp2.400 menjadi Rp18.200 per saham. Kemudian PT Bayan Resources Tbk (BYAN) bertambah Rp1.575 menjadi Rp11.775 dan SINI naik Rp1.125 menjadi Rp14.475 per saham.

Sementara itu, penurunan harga terdalam dari sisi nominal dialami DCII, yang merosot Rp7.075 menjadi Rp192.250 per saham.

Selanjutnya, SMMA turun Rp475 menjadi Rp19.550 dan ARKO melemah Rp170 menjadi Rp4.210 per saham.

Dari sisi frekuensi transaksi, DPUM menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan hingga sesi I dengan 37.882 kali transaksi senilai Rp88,4 miliar.

Posisi berikutnya ditempati DEFI dengan 28.107 kali transaksi senilai Rp65,8 miliar, disusul SLIS sebanyak 27.088 kali transaksi dengan nilai Rp52,1 miliar.

Pada jajaran saham LQ45, Vale Indonesia Tbk (INCO) menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 3,66%. Berikutnya Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) naik 2,70% dan Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) menguat 2,19%.

Sementara itu, tiga saham LQ45 yang mencatat penurunan terbesar adalah Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar 2,53%, Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 1,92%, dan Kalbe Farma Tbk (KLBF) melemah 1,30%.

Pergerakan IHSG pada sesi I menunjukkan penguatan pasar yang masih ditopang oleh sejumlah sektor siklikal dan komoditas, meski tekanan tetap terlihat pada sektor teknologi, infrastruktur, dan keuangan.