EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

IHSG Sesi I Ambruk 2,16%, Saham Energi Paling Babak Belur!

Oleh Komarudin 15 Oct 2026 12:29 1 menit baca

EmitenTrust.com -  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 128,30 poin atau 2,16% ke level 5.814,72 pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (15/10/2026). Tekanan jual meluas dengan seluruh indeks sektoral berakhir di zona merah.

Sektor energi mencatat pelemahan terdalam sebesar 3,71%, diikuti sektor barang baku yang turun 3,40% dan sektor barang konsumen siklikal yang melemah 3,03%.

Aktivitas perdagangan hingga jeda siang mencatat volume 22,43 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp8,57 triliun. Sebanyak 621 saham terkoreksi, hanya 80 saham menguat, sedangkan 89 saham stagnan.

Sejumlah saham justru mencatat kenaikan harga signifikan. BSWD naik Rp900 menjadi Rp4.500 per saham, TFCO menguat Rp395 ke Rp2.000, dan BIKE bertambah Rp390 menjadi Rp4.550 per saham.

Sebaliknya, tekanan besar terjadi pada saham SINI yang turun Rp725 ke Rp13.825 per saham. POLU juga merosot Rp725 menjadi Rp13.075, sementara BLUE melemah Rp520 ke Rp3.220 per saham.

Dari sisi aktivitas transaksi, BUMI menjadi saham teraktif dengan 29.063 kali transaksi senilai Rp252 miliar. Posisi berikutnya ditempati SQMI dengan 28.998 kali transaksi senilai Rp118 miliar dan BAIK sebanyak 27.705 kali transaksi senilai Rp49 miliar.

Di jajaran saham unggulan LQ45, HRTA menjadi saham dengan penurunan terdalam sebesar 7,39%, disusul GOTO yang merosot 7,14% dan DEWA turun 6,67%.

Sementara itu, saham UNTR menjadi top gainers LQ45 dengan kenaikan 0,80%. PGAS menyusul dengan penguatan 0,36%, sedangkan KLBF tercatat stagnan.

Topik terkait
IHSG indeks sektor top gainers top losers LQ45