back to top

IHSG Terkoreksi di Sesi I, Sektor Kesehatan dan Keuangan Jadi Beban

EmTrust – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi pada perdagangan sesi pertama Selasa (23/12/2025), di tengah pergerakan mayoritas bursa saham regional yang berada di zona hijau.

IHSG menutup perdagangan sesi I melemah 31,657 poin atau 0,366% ke level 8.614,187. Tekanan jual masih mendominasi pergerakan indeks sejak pagi hari.

Sebanyak enam indeks sektoral tercatat menjadi pemberat laju IHSG. Penurunan terdalam dialami sektor kesehatan (IDX-Health) yang melemah 1%, disusul sektor keuangan (IDX-Finance) turun 0,69%, dan sektor properti (IDX-Property) terkoreksi 0,52%.

Aktivitas perdagangan terpantau ramai dengan total volume mencapai 23 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp14,5 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 348 saham melemah, 301 saham menguat, dan 154 saham bergerak stagnan.

Di jajaran saham penguat, FILM melonjak Rp950 ke level Rp10.675 per lembar. Saham SINI naik Rp1.075 menjadi Rp11.825 per lembar, sementara YULE menguat Rp800 ke posisi Rp4.000 per lembar.

Sementara itu, tekanan jual terlihat pada saham DSSA yang turun Rp575 ke level Rp109.825 per lembar. Saham SRAJ melemah Rp400 menjadi Rp16.100 per lembar, dan MORA turun Rp275 ke posisi Rp9.850 per lembar.

Dari sisi aktivitas, saham BUMI menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan frekuensi 185.461 kali dan nilai transaksi mencapai Rp2,4 triliun. Selanjutnya DEWA ditransaksikan sebanyak 69.684 kali senilai Rp663 miliar, serta INET dengan frekuensi 54.588 kali dan nilai transaksi Rp317 miliar.

Pada kelompok saham LQ45, Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menjadi top losers setelah turun 2,96% ke level Rp2.620. Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) melemah 2,49% ke Rp1.175, disusul Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang turun 2,04% ke Rp1.200 per saham.

Sebaliknya, saham Vale Indonesia Tbk (INCO) memimpin jajaran top gainers LQ45 dengan lonjakan 15,43% ke level Rp5.125 per saham. Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) naik 6,57% ke Rp1.135, dan Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menguat 6,48% ke posisi Rp575 per saham.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru