IHSG Tertekan di Sesi I, GOTO hingga WIFI Ambruk di LQ45
EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di zona merah pada perdagangan sesi I, Kamis (8/10/2026). IHSG terkoreksi 49,32 poin atau 0,80% ke level 6.097,40.
Tekanan terhadap IHSG terjadi seiring mayoritas indeks sektoral yang bergerak melemah. Sektor teknologi menjadi pemberat utama setelah turun 1,82%, diikuti sektor energi yang terkoreksi 1,73%.
Selanjutnya, sektor infrastruktur melemah 1,50%, sektor perindustrian turun 1,04%, sektor barang baku terkoreksi 0,79%, serta sektor properti dan real estate turun 0,60%.
Sektor keuangan juga melemah 0,51%, kemudian sektor barang konsumer primer turun 0,37% dan sektor kesehatan terkoreksi tipis 0,05%.
Di tengah tekanan tersebut, hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau. Sektor transportasi dan logistik naik 0,46%, sedangkan sektor barang konsumer non-primer menguat 0,08%.
Dari perdagangan saham, volume transaksi BEI hingga sesi I mencapai 43,8 miliar saham dengan nilai transaksi Rp7,05 triliun. Sebanyak 440 saham melemah, 200 saham menguat, dan 142 saham stagnan.
Sejumlah saham masih mampu mencatat kenaikan signifikan. ALKA naik Rp800 menjadi Rp8.350 per saham, BOGA menguat Rp355 menjadi Rp1.915 per saham, sedangkan BIKE melonjak Rp315 menjadi Rp1.820 per saham.
Sebaliknya, SINI turun Rp700 menjadi Rp16.050 per saham. LIFE melemah Rp525 menjadi Rp9.150, sementara MBSS terkoreksi Rp400 menjadi Rp4.100 per saham.
Dari sisi aktivitas transaksi, FORU menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan dengan 121.690 kali transaksi senilai Rp607 miliar. Berikutnya GOTO mencatat 29.423 kali transaksi dengan nilai Rp587 miliar, sedangkan CUAN diperdagangkan 24.193 kali senilai Rp247 miliar.
Di jajaran saham LQ45, GOTO menjadi salah satu saham dengan koreksi terdalam setelah turun 6,67% ke Rp28 per saham.
Kemudian CUAN melemah 6,55% ke Rp785 per saham dan WIFI terkoreksi 4,29% ke Rp1.340 per saham.
Sementara itu, sejumlah saham LQ45 masih mampu mencatat penguatan. INCO naik 3,05% ke Rp4.390, ASII menguat 1,46% ke Rp4.850, dan KLBF naik 1,32% ke Rp765 per saham.
Tekanan IHSG hingga sesi I mencerminkan dominasi aksi jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, khususnya dari sektor teknologi, energi, dan infrastruktur.