EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

IHSG Tertekan! Seluruh Sektor Merah di Sesi I

Oleh Komarudin 26 Oct 2026 12:20 2 menit baca

EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 54,288 poin atau 1% ke level 5.384,970 pada akhir perdagangan sesi pertama Senin (26/10/2026).

Pelemahan terjadi ketika seluruh indeks sektoral bergerak di zona merah, di tengah sikap hati-hati pasar saham Asia dan peningkatan pengawasan perdagangan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Tekanan pasar juga berlangsung di tengah sorotan penyedia indeks global MSCI terhadap transparansi pasar modal Indonesia. BEI memperketat pengawasan perdagangan saham menyusul perhatian tersebut.

IDX Sektor Infrastruktur mencatat pelemahan terdalam dengan penurunan 1,59%. Berikutnya, IDX Sektor Perindustrian turun 1,54% dan IDX Sektor Kesehatan melemah 1,25%.

Tekanan jual terlihat dari pergerakan saham secara keseluruhan. Sebanyak 474 saham melemah, sementara 189 saham menguat dan 128 saham bergerak stagnan.

Hingga jeda siang, volume perdagangan mencapai 18,6 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp7,6 triliun.

Meski IHSG melemah, sejumlah saham masih mencatatkan kenaikan harga. PTSP naik Rp360 menjadi Rp2.601 per saham, SINI menguat Rp350 ke Rp10.650, sedangkan MBSS naik Rp330 menjadi Rp4.270 per saham.

Sebaliknya, DCII turun Rp1.000 ke level Rp180.000 per saham. ADES melemah Rp800 menjadi Rp32.850, sementara GGRM terkoreksi Rp425 ke Rp16.525 per saham.

Dari sisi frekuensi transaksi, BBCA menjadi saham paling aktif diperdagangkan dengan 47.901 kali transaksi senilai Rp1,03 triliun. BUVA menyusul dengan 45.941 kali transaksi senilai Rp233 miliar, sedangkan BBRI mencatat 30.628 kali transaksi senilai Rp369 miliar.

Di jajaran indeks LQ45, MDKA menjadi salah satu saham dengan pelemahan terdalam, yakni 5,48% ke Rp2.070 per saham. WIFI turun 4,48% ke Rp1.065 dan MBMA terkoreksi 4,26% ke Rp360.

Namun, beberapa saham LQ45 bergerak berlawanan arah. AMRT menguat 4,31% ke Rp1.090 per saham, AKRA naik 2,88% ke Rp1.430, dan UNVR bertambah 1,79% ke Rp1.425 per saham.

Topik terkait
IHSG top gainers top losers indeks sektor penutupan perdagangan sesi I