INDY Kebut Eksplorasi Emas dan Batu Bara di Oktober, Rogoh Rp15,5M
EmitenTrust.com - PT Indika Energy Tbk (INDY) mengeluarkan biaya eksplorasi sebesar Rp15,56 miliar sepanjang Oktober 2026 melalui dua anak usahanya, yakni PT Kideco Jaya Agung dan PT Masmindo Dwi Area. Kegiatan tersebut mencakup pengeboran batu bara di Kalimantan Timur serta eksplorasi emas di Awak Mas, Sulawesi Selatan.
Berdasarkan laporan bulanan aktivitas eksplorasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kideco Jaya Agung menghabiskan dana sebesar Rp9,44 miliar untuk kegiatan di Samurangau, Blok Roto Samurangau, serta Susubang–Blok Susubang Uko.
Dalam kegiatan tersebut, Kideco bekerja sama dengan PT Mintec Abadi dan PT Kumala Drillindo Persada. Metode yang digunakan meliputi pengeboran lubang terbuka (open hole), pengeboran inti (coring), pencatatan geofisika (logging), serta pengujian sampel batu bara dan batuan pengapitnya.
Hingga akhir periode pelaporan, kegiatan Kideco mencakup 65 lubang bor dengan total kedalaman 10.717,4 meter. Rinciannya terdiri atas pengeboran inti sepanjang 3.672,25 meter dan pengeboran open hole sepanjang 7.045,15 meter. Perseroan berencana melanjutkan aktivitas pengeboran tersebut.
Masmindo Habiskan Rp6,13 Miliar untuk Eksplorasi Emas
Sementara itu, PT Masmindo Dwi Area mengeluarkan biaya eksplorasi sebesar Rp6,13 miliar di wilayah Awak Mas–Puncak Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh departemen eksplorasi Masmindo bersama PT Puma Jaya Utama tersebut mencakup pengeboran lubang terbuka, pemetaan geologi, dan analisis sampel.
Hasil kegiatan hingga Oktober 2026 mencatat sebanyak 191 sampel dan tujuh lubang bor. Masmindo berencana melanjutkan pemetaan geologi serta pengeboran eksplorasi di wilayah tersebut.
Di sisi lain, PT Mekko Metal Mining yang memiliki area di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, tidak mencatat aktivitas maupun biaya eksplorasi pada periode pelaporan.