EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

IPCC Tertekan! Laba Tergerus 6,89%, Beban Naik per September 2026

Oleh Komarudin 23 Oct 2026 14:37 3 menit baca

EmitenTrust.com - - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) membukukan laba bersih sebesar Rp177,18 miliar hingga 30 September 2026, turun 6,89% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp190,30 miliar. Penurunan laba tersebut terjadi seiring dengan melemahnya pendapatan operasional perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan interim yang belum diaudit, Jumat (23/10/2026), emiten pengelola terminal kendaraan ini mencatatkan pendapatan operasi sebesar Rp645,48 miliar selama sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut turun 2,24% dibandingkan pendapatan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp660,24 miliar.

Penurunan pendapatan turut menekan laba bruto IPCC. Hingga akhir September 2026, laba bruto perseroan tercatat Rp260,43 miliar, turun 9,72% dibandingkan Rp288,48 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Beban pokok pendapatan meningkat 3,58% menjadi Rp385,05 miliar dari sebelumnya Rp371,76 miliar. Kenaikan beban di tengah penurunan pendapatan tersebut membuat margin laba bruto menyusut dari sekitar 43,69% menjadi 40,35%.

Dari sisi operasional, laba usaha IPCC tercatat sebesar Rp205,64 miliar, turun 5,85% dibandingkan Rp218,42 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.

Di sisi lain, pendapatan operasi lainnya meningkat menjadi Rp7,96 miliar dari Rp2,86 miliar. Sementara itu, beban operasi lainnya turun tajam menjadi Rp874,19 juta dari Rp9,79 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebelum memperhitungkan pajak, IPCC membukukan laba sebesar Rp216,47 miliar, turun 8,61% dibandingkan Rp236,86 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan keuangan perseroan juga turun 12,01% menjadi Rp38,44 miliar dari Rp43,69 miliar. Adapun beban keuangan meningkat 9,36% menjadi Rp27,62 miliar dari Rp25,25 miliar.

Setelah memperhitungkan pajak penghasilan badan, laba bersih IPCC tercatat Rp177,18 miliar. Laba per saham dasar perseroan ikut turun menjadi Rp97,44 dari Rp104,65 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Aset IPCC Turun, Ekuitas Justru Meningkat

Dari sisi neraca, total aset IPCC per 30 September 2026 tercatat sebesar Rp1,98 triliun, turun 3,89% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp2,06 triliun.

Total liabilitas perseroan menyusut 14,26% menjadi Rp598,01 miliar dari Rp697,43 miliar. Penurunan tersebut terutama terlihat pada liabilitas jangka pendek yang turun 35,95% menjadi Rp177,15 miliar dari Rp276,56 miliar.

Sementara itu, total ekuitas meningkat 1,42% menjadi Rp1,38 triliun dari Rp1,36 triliun pada akhir 2025.

Kas dan setara kas IPCC tercatat sebesar Rp1,07 triliun pada akhir September 2026, relatif stabil dibandingkan Rp1,08 triliun pada akhir Desember 2025.

Arus Kas Operasi Melemah, Pembayaran Dividen Membesar

Pada periode Januari-September 2026, kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi IPCC mencapai Rp231,03 miliar. Angka tersebut turun 22,47% dibandingkan Rp298 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan arus kas operasi terjadi ketika pembayaran kepada pemasok, utilitas, dan pihak lainnya meningkat menjadi Rp291,33 miliar dari Rp254,51 miliar. Pembayaran kepada karyawan juga naik menjadi Rp43,50 miliar dari Rp39,54 miliar.

Dari aktivitas pendanaan, IPCC mengeluarkan kas neto sebesar Rp238,80 miliar, lebih besar dibandingkan Rp135,91 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pembayaran dividen mencapai Rp203,16 miliar, meningkat dibandingkan Rp124,29 miliar.

Topik terkait
IPCC PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) laba bersih hingga 30 September 2026 turun 6 89% holding pelabuhan Penurunan laba