ITMG Kucurkan Rp7,86 Miliar, Bor Batu Bara di Kaltim-Kalteng

ITMG Kucurkan Rp7,86 Miliar, Bor Batu Bara di Kaltim-Kalteng
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menggelontorkan dana sebesar Rp7,86 miliar untuk kegiatan eksplorasi batu bara selama periode Juli–September 2026. Kegiatan tersebut mencakup pengeboran di sejumlah wilayah operasional anak usaha perseroan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menggelontorkan dana sebesar Rp7,86 miliar untuk kegiatan eksplorasi batu bara selama periode Juli–September 2026. Kegiatan tersebut mencakup pengeboran di sejumlah wilayah operasional anak usaha perseroan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Corporate Secretary ITMG, Monika Ida Krisnamurti, dalam keterbukaan informasi pada 12 Oktober 2026, menyampaikan bahwa kegiatan eksplorasi merupakan kelanjutan dari aktivitas periode sebelumnya. Pengeboran dilakukan oleh Departemen Geologi dengan fokus pada tahap pre-production dan development, menggunakan metode open hole dan coring.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui empat anak usaha, yakni PT Trubaindo Coal Mining, PT Indominco Mandiri, PT Bharinto Ekatama, dan PT Nusa Persada Resources.

PT Trubaindo Coal Mining melakukan pengeboran di Blok Selatan, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Pekerjaan yang menggunakan jasa kontraktor PT Cosyindo Teknik tersebut menelan biaya Rp2,45 miliar.

Sementara itu, PT Indominco Mandiri melakukan pengeboran di Blok Barat dan Blok Timur yang mencakup wilayah Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara, serta Kota Bontang, Kalimantan Timur. Biaya kegiatan eksplorasi anak usaha ini mencapai Rp353,66 juta.

Adapun PT Bharinto Ekatama menjalankan pengeboran di Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, serta Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. 

Wilayah kerjanya mencakup 17.311 hektare yang terbagi menjadi Blok Biangan seluas 4.707 hektare, Blok Lempenang 7.943 hektare, dan Blok Tenaik 4.661 hektare. Biaya pengeboran di wilayah tersebut mencapai Rp3,27 miliar.

Di sisi lain, PT Nusa Persada Resources melakukan eksplorasi di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menggunakan metode full-coring dan partial coring, serta mengambil 736 sampel batu bara.

Total volume pengeboran yang diselesaikan NPR selama kuartal III 2026 mencapai 4.503,23 meter. Kegiatan tersebut menghabiskan biaya Rp1,78 miliar, dengan sebaran titik pengeboran yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan data geoteknik.

Melalui kegiatan eksplorasi tersebut, ITMG melanjutkan pengumpulan data geologi dan geoteknik di wilayah operasional anak usahanya sebagai bagian dari aktivitas pertambangan batu bara.