Jhonlin Agro (JARR) Beber soal Isu Haji Isam Akuisisi BYAN, Begini Faktanya

Jhonlin Agro (JARR) Beber soal Isu Haji Isam Akuisisi BYAN, Begini Faktanya
Pabrik CPO milik JAAR
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) memberikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pemberitaan yang mengaitkan Grup Jhonlin dan pemilik manfaat perseroan dengan rencana akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Klarifikasi tersebut disampaikan JARR sebagai tanggapan atas surat BEI Nomor S-10814/BEI.PP/08-2026 tertanggal 18 Agustus 2026 mengenai permintaan penjelasan atas pemberitaan di media massa atas  Rumor Haji Isam Akuisisi Bayan (BYAN).

Menanggapi pemberitaan tersebut, JARR menegaskan bahwa hingga 19 Agustus 2026, perseroan tidak mengetahui kebenaran maupun memiliki informasi terkait adanya rencana pengambilalihan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).


JARR secara tegas menyatakan bahwa perseroan maupun Grup Jhonlin tidak memiliki rencana untuk mengakuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

"Perseroan maupun Grup tidak memiliki rencana untuk melakukan akuisisi atas saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN)," demikian penjelasan JARR dalam surat kepada BEI.

Dengan demikian, rumor mengenai rencana akuisisi BYAN oleh JARR maupun Grup Jhonlin tidak dapat dikonfirmasi oleh perseroan berdasarkan informasi yang dimiliki hingga tanggal penyampaian surat.

BEI juga meminta penjelasan apakah terdapat rencana dari pemegang saham pengendali JARR maupun pemilik manfaat atau Ultimate Beneficial Owner (UBO) Haji Isam untuk mengakuisisi saham BYAN.

JARR menyatakan hingga saat ini perseroan belum menerima konfirmasi ataupun pemberitahuan resmi dari pemegang saham pengendali maupun UBO mengenai adanya rencana atau informasi material terkait akuisisi saham BYAN.

" Tidak terdapat informasi resmi yang diterima JARR mengenai rencana tersebut, } tulis manajemen Rabu (19/8).

Karena JARR menyatakan tidak memiliki rencana untuk mengakuisisi BYAN, perseroan juga menegaskan tidak ada rencana keterbukaan informasi maupun jadwal atau timeline pelaksanaan akuisisi yang dapat disampaikan kepada publik.

JARR menyebut kondisi tersebut merupakan konsekuensi dari tidak adanya rencana akuisisi yang dimaksud.

Selain isu akuisisi BYAN, BEI juga meminta JARR menyampaikan informasi mengenai kejadian material lain yang berpotensi memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham perseroan.

JARR menyatakan hingga tanggal surat tersebut tidak terdapat informasi, fakta, maupun kejadian material penting lainnya yang belum diungkapkan kepada publik dan berpotensi memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham perseroan.

Sebelumnya PT Bayan Resources Tbk (BYAN) buka suara terkait rumor pengambilalihan atau akuisisi saham perseroan oleh pihak yang dikaitkan dengan Jhonlin Group milik Haji Isam. 

Manajemen BYAN menegaskan hingga 16 Agustus 2026 belum mengetahui adanya rencana transaksi akuisisi sebagaimana informasi yang beredar di media.

Corporate Secretary BYAN Jenny Guantero menyampaikan bahwa perseroan saat ini tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham BYAN sebagaimana yang disebutkan dalam informasi yang beredar.

"Namun pemegang saham pengendali Perseroan telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di Perseroan," tulis manajemen BYAN dalam surat BEI pada Selasa (18/8).