back to top

KDTN Buka Data, Free Float 13,88% dan Tiga Pemilik Manfaat Akhir

Emitentrust.com- PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) menyampaikan Laporan Pemegang Efek yang berakhir pada 31 Januari 2026. Struktur kepemilikan saham Perseroan tidak mengalami perubahan dibandingkan bulan sebelumnya.

Berdasarkan kepemilikan saham yang diampaikan pada Jumat (6/2) disebutkan kelompok pengendali masih menguasai 86,12% saham KDTN, sementara porsi saham publik atau free float tercatat sebesar 13,88%.

Komposisi pemegang saham pengendali KDTN hingga akhir Januari 2026 masih dikuasai oleh tiga entitas afiliasi, yakni PT Putrasakti Mandiri yang menggenggam 476,5 juta saham atau 38,12%, PT Intan Perdana memiliki 300 juta saham atau 24% dan PT Cahayasakti Menguasai 300 juta saham atau 24%

Ketiganya tercatat sebagai pengendali dan afiliasi, dengan total kepemilikan mencapai 1,076 miliar saham atau 86,12% dari seluruh saham ditempatkan dan disetor penuh.

Sementara itu, kepemilikan saham oleh masyarakat (non-pengendali) tercatat sebanyak 173,52 juta saham atau 13,88%, seluruhnya dalam bentuk scripless. Perseroan juga menegaskan tidak memiliki saham treasuri hingga akhir periode pelaporan.

Total saham KDTN yang tercatat di Bursa Efek Indonesia per akhir Januari 2026 mencapai 1,25 miliar saham.

Menariknya, meskipun struktur kepemilikan tidak berubah, jumlah pemegang saham KDTN melonjak signifikan. Hingga akhir Januari 2026, jumlah pemegang saham tercatat 4.368 investor, naik 1.055 pemegang saham dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 3.313 investor.

Dalam laporan tersebut, Perseroan juga mengungkap penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari kepemilikan saham KDTN, yakni: Xaverius Nursalim, Tjoea Aubintoro dan Rolf Bakri Pohan.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru