Laba CFIN Naik 13,25%, Tapi Pendapatan Turun di Kuartal III=2026
EmitenTrust.com - - PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) membukukan laba bersih sebesar Rp153,65 miliar hingga akhir September 2026, meningkat 13,25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp135,66 miliar. Namun, kenaikan laba tersebut terjadi di tengah penurunan pendapatan perusahaan pembiayaan ini.
Berdasarkan laporan keuangan interim yang belum diaudit, pendapatan CFIN mencapai Rp1,12 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut turun 8,71% dibandingkan Rp1,23 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Meski pendapatan melemah, CFIN berhasil meningkatkan laba sebelum pajak sebesar 17,50% menjadi Rp196,39 miliar dari Rp167,14 miliar pada periode Januari-September 2025.
Peningkatan laba tersebut ditopang oleh penurunan beban perusahaan. Total beban CFIN tercatat sebesar Rp924,92 miliar, turun 12,83% dibandingkan Rp1,06 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Salah satu komponen yang mengalami penurunan adalah kerugian penurunan nilai aset keuangan, yang menyusut 18,90% menjadi Rp370,09 miliar dari Rp456,31 miliar. Penurunan ini membantu menopang profitabilitas perseroan meskipun pendapatan belum menunjukkan pertumbuhan.
Beban bunga dan pembiayaan lainnya juga turun 19,39% menjadi Rp172,32 miliar dari Rp213,77 miliar. Sementara itu, beban umum dan administrasi menyusut 10,34% menjadi Rp122,15 miliar dari Rp136,24 miliar.
Di sisi lain, beban tenaga kerja meningkat 2,13% menjadi Rp242,53 miliar dari Rp237,48 miliar. Beban imbalan pascakerja juga naik menjadi Rp19,81 miliar dari Rp10,41 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Setelah memperhitungkan pajak, CFIN mencatatkan laba bersih Rp153,65 miliar. Laba per saham dasar dan dilusian meningkat menjadi Rp38,56 dari Rp34,05 pada periode yang sama tahun sebelumnya, atau naik sekitar 13,25%.
Pendapatan Pembiayaan Konsumen Turun
Berdasarkan segmen pendapatan, pembiayaan konsumen masih menjadi kontributor terbesar bagi CFIN. Namun, pendapatan dari segmen ini turun 10,16% menjadi Rp805,06 miliar hingga September 2026, dibandingkan Rp896,12 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan sewa pembiayaan justru meningkat 4,20% menjadi Rp56,16 miliar dari Rp53,89 miliar. Sementara itu, pendapatan jual dan sewa-balik turun 10,50% menjadi Rp7,33 miliar dari Rp8,19 miliar.
Pendapatan lainnya tercatat sebesar Rp246,40 miliar, turun 7,02% dibandingkan Rp265,02 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di tengah penurunan pendapatan utama tersebut, perseroan membukukan keuntungan penjualan aset tetap sebesar Rp1,80 miliar, meningkat dari Rp355,55 juta pada sembilan bulan pertama 2025.
Aset CFIN Menyusut, Liabilitas Turun 24,10%
Dari sisi neraca, total aset CFIN per 30 September 2026 tercatat sebesar Rp8,58 triliun, turun 9,90% dibandingkan Rp9,53 triliun pada 31 Desember 2025.
Penurunan aset terutama terlihat pada piutang pembiayaan konsumen bersih yang menyusut 8,69% menjadi Rp7,28 triliun dari Rp7,97 triliun pada akhir tahun lalu.
Piutang sewa pembiayaan bersih juga turun 21,96% menjadi Rp534,07 miliar dari Rp684,34 miliar. Sementara itu, piutang anjak piutang bersih merosot 26,65% menjadi Rp197,06 miliar dari Rp268,63 miliar.
Total liabilitas CFIN turun 24,11% menjadi Rp2,84 triliun dari Rp3,74 triliun pada akhir 2025. Penurunan tersebut terutama didorong oleh utang bank yang menyusut 25,26% menjadi Rp2,59 triliun dari Rp3,46 triliun.
Adapun total ekuitas tercatat Rp5,74 triliun, turun tipis 0,71% dibandingkan Rp5,79 triliun pada akhir Desember 2025.
Kas dan bank perseroan justru meningkat 132,91% menjadi Rp64,15 miliar dari Rp27,52 miliar pada akhir tahun sebelumnya.
Arus Kas Operasi Melonjak 111,27%
Dari sisi arus kas, CFIN mencatatkan kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp1,12 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Nilai tersebut melonjak 111,27% dibandingkan Rp531,71 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan mencapai Rp1,07 triliun, meningkat dibandingkan Rp516,07 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Perseroan menerima pinjaman bank sebesar Rp1,47 triliun, sedangkan pembayaran pinjaman bank mencapai Rp2,34 triliun. CFIN juga merealisasikan pembayaran dividen sebesar Rp192,67 miliar selama periode tersebut.