back to top

Lonjakan Harga Signifikan, BEI Setop Sementara Perdagangan 8 Saham dan Waran

Emtrust – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan sejumlah saham dan waran sebagai langkah cooling down menyusul terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan dalam waktu singkat.

Saham dan waran yang dikenakan penghentian sementara perdagangan tersebut meliputi saham dan Waran Seri II PT Magna Investama Mandiri Tbk. (MGNA, MGNA-W), saham PT Indo Boga Sukses Tbk. (IBOS), saham PT Harapan Duta Pertiwi Tbk. (HOPE), serta saham PT Satu Visi Putra Tbk. (VISI).

Selain itu, BEI juga melakukan suspensi atas saham PT Indospring Tbk. (INDS), saham dan Waran Seri I PT Bersama Mencapai Puncak Tbk. (BAIK, BAIK-W), saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO), serta saham PT Bersama Zatta Jaya Tbk. (ZATA).

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam keterangan tertulis Selasa (20/1), menjelaskan bahwa suspensi tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan kepada investor. Langkah ini diambil menyusul terjadinya peningkatan harga kumulatif yang dinilai signifikan oleh otoritas bursa.

“Penghentian sementara perdagangan dilakukan dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor,” ujar Yulianto.

BEI menghentikan sementara perdagangan saham-saham tersebut mulai sesi I perdagangan Rabu, 21 Januari 2026, di Pasar Reguler dan Pasar Tunai hingga pengumuman bursa lebih lanjut. Sementara itu, untuk Waran Seri II MGNA-W dan Waran Seri I BAIK-W, suspensi diberlakukan di seluruh pasar.

BEI mengimbau kepada seluruh pihak yang berkepentingan, khususnya investor, agar senantiasa memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing emiten serta mencermati risiko pergerakan harga saham sebelum mengambil keputusan investasi.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru