EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

MGLV Guyur Anak Usaha Rp4T untuk Proyek Data Center

Oleh Komarudin 06 Oct 2026 00:09 3 menit baca

EmitenTrust.com - PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) memberikan fasilitas pinjaman pemegang saham dengan nilai maksimal Rp4 triliun kepada dua anak usahanya, yakni PT NexAI Aset Cikarang (NAC) dan PT NexAI Graha (NGC), untuk mendukung pengembangan bisnis pusat data.

Corporate Secretary PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk Putra Harianto Bate'e menyampaikan, fasilitas pinjaman tersebut terdiri atas pinjaman kepada NAC dengan nilai maksimal Rp1,5 triliun dan kepada NGC sebesar maksimal Rp2,5 triliun.

“Pemberian Fasilitas Pinjaman NAC oleh Perseroan kepada NAC dimaksudkan untuk kepentingan pengembangan bisnis fasilitas pusat data di Kawasan Jababeka Cikarang, baik oleh NAC maupun entitas yang ditunjuk oleh NAC,” ujar Putra dalam keterbukaan informasi, Senin (5/10).

Sementara itu, fasilitas pinjaman kepada NGC ditujukan untuk pembangunan dan pengembangan bisnis fasilitas pusat data di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis KITB Batang, baik yang dilakukan oleh NGC maupun entitas yang ditunjuk oleh NGC.

Masing-masing fasilitas memiliki jangka waktu sejak tanggal pencairan pinjaman hingga 31 Desember 2028. Adapun bunga yang dikenakan sebesar 7% per tahun, sementara ketentuan mengenai jaminan maupun hal yang dilarang dilakukan debitur tidak diatur dalam perjanjian.

Manajemen MGLV menyatakan, transaksi tersebut memenuhi kriteria transaksi material berdasarkan POJK No. 17/POJK.04/2020. Pasalnya, masing-masing fasilitas pinjaman nilainya mencapai lebih dari 50% dari ekuitas perseroan.

Selain itu, masing-masing fasilitas pinjaman juga merupakan transaksi afiliasi berdasarkan POJK No. 42/POJK.04/2020, tetapi bukan merupakan transaksi benturan kepentingan.

MGLV menyebut transaksi tersebut dilakukan dengan perusahaan terkendali. Perseroan memiliki 99,9% saham pada masing-masing NAC dan NGC. Karena itu, berdasarkan ketentuan POJK 17/2020, perseroan tidak wajib menggunakan penilai independen untuk menentukan kewajaran transaksi maupun memperoleh persetujuan pemegang saham dalam RUPS independen.

“Selain merupakan Transaksi Material, masing-masing Fasilitas Pinjaman NAC dan Fasilitas Pinjaman NGC merupakan Transaksi Afiliasi yang dilakukan dalam rangka pengembangan fasilitas pusat data oleh masing-masing NAC dan NGC,” jelas manajemen.

Perseroan menilai transaksi tersebut ditujukan untuk menunjang kegiatan operasional anak perusahaan sekaligus memperkuat ekspansi bisnis infrastruktur pusat data yang menjadi bagian dari kegiatan usaha MGLV.

Menariknya, meski nilai fasilitas pinjaman mencapai Rp4 triliun, manajemen menyatakan pemberian pinjaman tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kondisi keuangan perseroan. Perseroan juga menyebut tidak terdapat dampak material terhadap aspek hukum maupun kelangsungan usaha.

Berdasarkan data per 30 September 2026, struktur pemegang saham MGLV terdiri atas NDC dengan kepemilikan 62,71% atau 1,19 miliar saham. Sementara masyarakat yang memiliki saham di bawah 5% menguasai 37,29% atau sekitar 710,38 juta saham.

Melalui transaksi tersebut, MGLV mempercepat pengembangan dua proyek pusat data, yakni di Jababeka Cikarang dan KEK Industropolis KITB Batang. Manajemen berharap ekspansi tersebut dapat menunjang pengembangan bisnis anak usaha dan memperkuat posisi perseroan di sektor infrastruktur digital.

Topik terkait
MGLV PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) pinjaman pemegang saham nilai maksimal Rp4 triliun dua anak usahanya PT NexAI Aset Cikarang (NAC) PT NexAI Graha (NGC) bisnis pusat data.