EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

NICK Berbalik Boncos! Pendapatan Ambles 85% di Kuartal III-2026

Oleh Komarudin 27 Oct 2026 10:14 3 menit baca

EmitenTrust.com - PT Charnic Capital Tbk (NICK) membukukan rugi bersih sebesar Rp332,04 juta hingga 30 September 2026, berbalik dari laba bersih Rp83,37 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut terjadi seiring pendapatan usaha perseroan yang merosot 85,73% menjadi Rp14,58 miliar dari Rp102,21 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dipublikasikan perseroan, penurunan pendapatan terutama dipengaruhi perubahan kinerja portofolio efek. Pada sembilan bulan pertama 2026, NICK mencatat kerugian investasi portofolio efek sebesar Rp23,36 miliar, berbalik dari keuntungan Rp93,36 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, sejumlah sumber pendapatan justru mengalami pertumbuhan. Pendapatan dari penjualan barang dan jasa melonjak menjadi Rp28,06 miliar dari Rp4,73 miliar, atau meningkat sekitar 493,95%.

Pendapatan kendaraan listrik (EV) yang pada periode sebelumnya belum tercatat juga mencapai Rp5,92 miliar. Sementara itu, pendapatan sewa properti meningkat 21,63% menjadi Rp1,96 miliar dari Rp1,61 miliar.

Adapun pendapatan dividen turun 20,18% menjadi Rp2,01 miliar dari Rp2,51 miliar.

Perubahan kinerja investasi turut menekan laba kotor NICK. Perseroan mencatat rugi kotor sebesar Rp6,48 miliar hingga September 2026, berbalik dari laba kotor Rp78,82 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada saat yang sama, harga pokok penjualan turun 9,96% menjadi Rp21,07 miliar dari Rp23,40 miliar. Namun, penurunan beban pokok tersebut belum mampu mengimbangi hilangnya keuntungan dari portofolio efek.

Beban usaha juga meningkat tajam menjadi Rp9,20 miliar dari Rp2,86 miliar, atau naik sekitar 221,24%.

Kenaikan tersebut antara lain dipengaruhi beban penyusutan aset tetap, aset hak guna, dan properti investasi yang meningkat menjadi Rp5,19 miliar dari Rp974,88 juta. Perseroan juga membukukan beban bunga pembiayaan sebesar Rp595,29 juta, yang sebelumnya belum tercatat.

Dengan kondisi tersebut, NICK membukukan rugi usaha sebesar Rp15,68 miliar, berbalik dari laba usaha Rp75,95 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.

Keuntungan Kurs Menahan Kerugian

Meski mengalami tekanan pada pendapatan utama, NICK masih mencatatkan keuntungan dari sejumlah pos pendapatan lain-lain.

Keuntungan selisih kurs meningkat 145,01% menjadi Rp11,96 miliar dari Rp4,88 miliar. Pendapatan keuangan juga naik 33,63% menjadi Rp3,41 miliar dari Rp2,55 miliar.

Secara keseluruhan, pendapatan lain-lain bersih meningkat 106,84% menjadi Rp15,35 miliar dari Rp7,42 miliar. Namun, jumlah tersebut belum cukup untuk mengimbangi rugi usaha perseroan.

Alhasil, NICK mencatatkan rugi sebelum pajak dan rugi periode berjalan masing-masing sebesar Rp332,04 juta, berbalik dari laba Rp83,37 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp332,47 juta. Dengan demikian, rugi per saham dasar tercatat Rp0,51, berbalik dari laba per saham Rp128,04 pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi neraca, total aset NICK mencapai Rp390,86 miliar per 30 September 2026, meningkat 24,31% dibandingkan Rp314,43 miliar pada akhir Desember 2025.

Aset lancar naik 7,77% menjadi Rp298,45 miliar dari Rp276,93 miliar. Kas dan setara kas meningkat 10,26% menjadi Rp207,99 miliar dari Rp188,62 miliar.

Sementara itu, aset tidak lancar melonjak 146,43% menjadi Rp92,41 miliar dari Rp37,50 miliar. Peningkatan tersebut terutama didorong aset tetap yang naik menjadi Rp75,83 miliar dari Rp20,39 miliar.

Di sisi liabilitas, total kewajiban perseroan meningkat tajam menjadi Rp79,67 miliar dari Rp2,91 miliar pada akhir 2025. Kenaikan ini terutama berasal dari pinjaman bank dan pembiayaan sebesar Rp65,20 miliar, yang sebelumnya belum tercatat.

Liabilitas jangka pendek juga meningkat menjadi Rp14,39 miliar dari Rp2,83 miliar. Sementara itu, total ekuitas sedikit turun menjadi Rp311,19 miliar dari Rp311,52 miliar.

Topik terkait
NICK PT Charnic Capital Tbk (NICK) laba bersih diatribusikan kuartal III-2026 rugi