Paramita Bangun Sarana (PBSA) Setujui Stock Split 1:2

Paramita Bangun Sarana (PBSA) Setujui Stock Split 1:2
PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) mendapat restu pemegang saham untuk melakukan stock split dengan rasio 1:2. Aksi korporasi tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 18 September 2026.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) mendapat restu pemegang saham untuk melakukan stock split dengan rasio 1:2. Aksi korporasi tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 18 September 2026.

Berdasarkan hasil RUPSLB yang disampaikan manajemen PBSA pada Selasa (22/9) disebutkan bahwa, pemegang saham menyetujui pemecahan nilai nominal saham dari sebelumnya Rp50 menjadi Rp25 per saham. Keputusan tersebut memperoleh dukungan hampir bulat, dengan 2,645 miliar saham atau 99,99% suara menyatakan setuju.

Rapat dihadiri pemegang saham yang mewakili 2,645 miliar saham atau 88,62% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah. Sebanyak 500 saham atau 0,01% menyatakan abstain, sementara tidak terdapat suara yang menolak.

Dengan pelaksanaan stock split tersebut, jumlah saham PBSA secara teoritis akan bertambah menjadi dua kali lipat, sementara nilai nominal per saham turun dari Rp50 menjadi Rp25. Pelaksanaan aksi ini tetap akan mengikuti ketentuan regulator dan kondisi pasar modal.

Selain menyetujui stock split, RUPSLB juga memberikan persetujuan atas perubahan Anggaran Dasar perseroan, khususnya Pasal 4 yang berkaitan dengan perubahan nilai nominal saham.

Pemegang saham kemudian memberikan kuasa kepada Direksi PBSA untuk mengatur dan menetapkan tata cara serta jadwal pelaksanaan stock split sesuai dengan ketentuan peraturan pasar modal, termasuk ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

RUPSLB juga mencatat susunan manajemen perseroan yang masih terdiri dari Vincentius Susanto sebagai Direktur Utama, Evelyn Tanuwidjaja dan Alexander Sayidiman sebagai Direktur.

Sementara itu, posisi Dewan Komisaris ditempati Halim Susanto sebagai Komisaris Utama dan Roesdiman Soegiarso sebagai Komisaris.

Pada perdagangan hari ini Senin (22/9) saham PBSA stagnan ke level Rp725.