EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

PART Garap Bisnis Mesin Sampah, Siapkan Rights Issue Rp200M

Oleh Komarudin 14 Oct 2026 10:19 3 menit baca

EmitenTrust.com - PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) berencana menggelar rights issue dengan nilai penghimpunan dana maksimal Rp200 miliar serta melakukan pembelian kembali saham (buyback) hingga Rp10 miliar. Aksi korporasi tersebut untuk memperluas portofolio bisnis di luar komponen otomotif dengan mengembangkan mesin pengolah sampah organik menjadi kompos bernama SOMYA (Rapid Digester) bersama PT Enviro Mas Sejahtera. 

Pengembangan SOMYA menjadi bagian dari strategi diversifikasi usaha PART dengan memanfaatkan kemampuan manufaktur perseroan untuk memproduksi mesin dan peralatan industri non-otomotif. Produk tersebut diperkenalkan kepada Wali Kota Tangerang yang meninjau langsung teknologi, fungsi, dan potensi penerapannya untuk mendukung pengelolaan sampah perkotaan.

SOMYA dirancang untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos dalam waktu sekitar delapan jam. Mesin ini diklaim mampu mengurangi volume atau bobot sampah organik hingga 95% melalui pengurangan kandungan air.

Pengolahan sampah dari sumbernya diharapkan dapat mengurangi sampah organik yang dikirim ke tempat penampungan dan tempat pemrosesan akhir (TPA). Sampah organik yang menumpuk berpotensi menimbulkan bau, menghasilkan air lindi yang mencemari lingkungan, serta melepaskan gas metana yang berkontribusi terhadap pemanasan global.

Manajemen menyampaikan  mesin SOMYA telah dijual kepada sejumlah pelanggan. Pengembangan produk ini membuka peluang bagi PART untuk menjajaki pasar industri maupun fasilitas pengelolaan sampah di tingkat daerah.

Meski demikian, perluasan penerapan SOMYA akan bergantung pada kesesuaian teknologi dengan kebutuhan operasional calon pengguna, evaluasi teknis, kelayakan ekonomi, serta persyaratan pengadaan yang berlaku.

Bagi PART, pengembangan mesin pengolah sampah tersebut diharapkan menjadi sumber pendapatan tambahan dari segmen non-otomotif. Kontribusinya terhadap kinerja keuangan perseroan masih akan ditentukan oleh realisasi penjualan, perolehan kontrak, kesiapan kapasitas produksi, dan keberhasilan penetrasi pasar.

Siapkan Rights Issue Rp200 Miliar dan Buyback Rp10 Miliar

Di sisi korporasi, PART berencana menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada minggu pertama Desember 2026. Dalam rapat tersebut, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham atas rencana penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue senilai maksimal Rp200 miliar.

Dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, direncanakan terutama untuk memperkuat modal kerja, termasuk pembelian bahan baku, peningkatan aktivitas produksi, kebutuhan operasional, serta pengembangan usaha.

Pelaksanaan rights issue ditargetkan pada kuartal I 2027 setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, PART berencana melakukan buyback saham sebanyak-banyaknya 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pada tanggal RUPSLB, dengan anggaran maksimal Rp10 miliar. Pembelian kembali saham tersebut direncanakan berlangsung secara bertahap dalam jangka waktu paling lama 12 bulan setelah memperoleh persetujuan RUPSLB.

Perseroan menyatakan pelaksanaan kedua aksi korporasi akan mempertimbangkan kondisi pasar, kebutuhan dan kesiapan perseroan, ketersediaan dana, serta ketentuan yang berlaku.

Melalui diversifikasi produk manufaktur dan rencana penguatan permodalan tersebut, PART berupaya membuka peluang pertumbuhan baru di sektor non-otomotif sekaligus mendukung kebutuhan pengelolaan sampah. Namun, dampak terhadap pendapatan dan kinerja keuangan akan bergantung pada realisasi rencana bisnis serta pelaksanaan aksi korporasi.