Pendapatan dan Laba Emiten TP Rachmat (TAPG) Kompak Naik di Kuartal III
EmitenTrust.com - PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3,51 triliun hingga 30 September 2026. Perolehan tersebut meningkat sekitar 30,97% dibandingkan Rp2,68 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit, Rabu (28/10), pendapatan TAPG mencapai Rp9,45 triliun, naik 15,09% dibandingkan Rp8,21 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.
Pertumbuhan laba ditopang oleh peningkatan laba bruto. TAPG mencatat laba bruto sebesar Rp4,12 triliun, meningkat sekitar 31,63% dibandingkan Rp3,13 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, beban pokok penjualan naik sekitar 4,92% menjadi Rp5,33 triliun dari Rp5,08 triliun. Kenaikan beban tersebut masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pendapatan, sehingga laba bruto perseroan meningkat.
Laba usaha TAPG juga tumbuh sekitar 37,25% menjadi Rp3,39 triliun, dibandingkan Rp2,47 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.
Setelah memperhitungkan biaya keuangan, pendapatan keuangan, serta bagian laba dari ventura bersama dan entitas asosiasi, laba sebelum pajak penghasilan mencapai Rp4,38 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar 31,53% dibandingkan Rp3,33 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan pertumbuhan laba, laba per saham dasar TAPG naik menjadi Rp177 dari Rp135 pada periode yang sama tahun lalu, atau meningkat sekitar 31,11%.
Dari sisi arus kas, TAPG mencatat kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp2,95 triliun, meningkat sekitar 31,70% dibandingkan Rp2,24 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.
Kas dan setara kas pada akhir September 2026 tercatat Rp1,94 triliun, naik sekitar 17,58% dibandingkan Rp1,65 triliun pada akhir Desember 2025.
Sementara itu, total aset perseroan mencapai Rp15,46 triliun per 30 September 2026, meningkat sekitar 5,17% dibandingkan Rp14,70 triliun pada akhir 2025.
Total liabilitas TAPG tercatat Rp3,23 triliun, naik sekitar 7,31% dibandingkan Rp3,01 triliun pada 31 Desember 2025.