Pendapatan MTDL Tumbuh 17,5%, Tapi Laba Tergerus 5,47% di Kuartal III
EmitenTrust.com - PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp22,09 triliun hingga 30 September 2026, meningkat 17,46% dibandingkan Rp18,81 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru turun 5,47% menjadi Rp443,92 miliar dari Rp469,61 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian perseroan, pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 17,80% menjadi Rp20,49 triliun dari Rp17,40 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.
Dengan demikian, laba kotor MTDL tercatat Rp1,60 triliun, naik 13,25% dibandingkan Rp1,41 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Beban usaha meningkat 7,63% menjadi Rp616,21 miliar dari Rp572,54 miliar. Sementara itu, biaya keuangan melonjak menjadi Rp126,24 miliar dari Rp48,37 miliar, sedangkan penghasilan keuangan turun menjadi Rp23,34 miliar dari Rp28,04 miliar.
Perseroan juga mencatat kerugian kurs mata uang asing bersih sebesar Rp27,91 miliar, meningkat dibandingkan kerugian Rp7,85 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Di tengah kondisi tersebut, MTDL membukukan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp891,27 miliar, meningkat 4,28% dibandingkan Rp854,69 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Laba tahun berjalan mencapai Rp688,10 miliar, naik 2,33% dibandingkan Rp672,41 miliar. Namun, kenaikan laba konsolidasian ini tidak tercermin pada laba yang diatribusikan kepada pemilik induk, karena bagian laba untuk kepentingan nonpengendali meningkat menjadi Rp244,17 miliar dari Rp202,80 miliar.
Laba per saham dasar dan dilusian MTDL juga turun menjadi Rp36 dari Rp38 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset MTDL per 30 September 2026 mencapai Rp16,14 triliun, meningkat 22,99% dibandingkan Rp13,12 triliun pada 31 Desember 2025.
Total liabilitas naik lebih cepat, yakni 41,48%, menjadi Rp9,63 triliun dari Rp6,81 triliun. Sementara itu, total ekuitas meningkat 3,05% menjadi Rp6,51 triliun dari Rp6,31 triliun pada akhir tahun lalu.
Kenaikan aset lancar antara lain ditopang persediaan yang meningkat menjadi Rp4,10 triliun dari Rp1,97 triliun. Piutang usaha dari pihak ketiga juga naik menjadi Rp4,94 triliun dari Rp4,29 triliun.
Di sisi liabilitas, pinjaman jangka pendek melonjak menjadi Rp3,19 triliun dari Rp965 miliar pada akhir 2025.
Dari sisi arus kas, MTDL mencatat arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp2,16 triliun, lebih besar dibandingkan Rp650,31 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Kas dan setara kas pada akhir September 2026 tercatat Rp934,16 miliar, turun 28,08% dibandingkan Rp1,30 triliun pada akhir Desember 2025.
Sementara itu, arus kas bersih dari aktivitas pendanaan mencapai Rp1,79 triliun, terutama ditopang penerimaan pinjaman bank sebesar Rp10,57 triliun, dikurangi pelunasan pinjaman sebesar Rp8,29 triliun.