PGEO Ungkap Sisa Dana IPO Rp2,84T Parkir di 3 Bank
EmitenTrust.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) masih memiliki sisa dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp2,84 triliun. Dari total dana bersih IPO Rp8,77 triliun, perseroan telah merealisasikan Rp5,93 triliun untuk belanja modal pengembangan kapasitas dan pembayaran sebagian utang fasilitas.
PGEO dalam laporan penggunaan dana IPO yang disampaikan ke BEI pada Kamis (8/10) menyebut. IPO saham PGEO sendiri memperoleh pernyataan efektif pada 16 Februari 2023 dengan total dana yang dihimpun sebesar Rp9,06 triliun.
Setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar sekitar Rp283,11 miliar, dana bersih yang diperoleh perseroan mencapai Rp8,77 triliun.
Realisasi penggunaan dana tersebut terbagi dalam beberapa kebutuhan strategis. Salah satu porsi terbesar diarahkan untuk capital expenditure (CAPEX) pengembangan kapasitas tambahan dari wilayah kerja panas bumi (WKP) operasional yang sudah dimiliki perseroan.
Hingga periode pelaporan, PGEO telah merealisasikan sekitar Rp3,11 triliun untuk pengembangan kapasitas melalui pengembangan konvensional dan pemanfaatan teknologi co-generation. Nilai tersebut setara sekitar 35,40% dari total dana bersih IPO.
Dana lainnya sebesar sekitar Rp425,98 miliar telah digunakan untuk pengembangan kapasitas tambahan guna mengantisipasi kebutuhan pasar baru. Realisasi tersebut setara sekitar 4,86% dari dana bersih hasil IPO.
Sementara itu, sekitar Rp869,16 miliar telah direalisasikan untuk pengembangan kemampuan digital, analitik, serta manajemen reservoir yang ditujukan untuk mendukung peningkatan production, operation & maintenance excellence.
PGEO juga menggunakan dana IPO untuk membayar sebagian kewajiban berdasarkan Facilities Agreement tertanggal 23 Juni 2021 yang melibatkan Mandated Lead Arrangers, kreditur sindikasi awal, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai Facility Agent.
Untuk kebutuhan tersebut, perseroan telah merealisasikan sekitar Rp1,53 triliun.
Jika seluruh realisasi tersebut dijumlahkan, PGEO telah menggunakan sekitar Rp5,93 triliun atau sekitar 67,61% dari dana bersih hasil IPO. Dengan demikian, masih terdapat sekitar Rp2,84 triliun yang belum direalisasikan.
Menariknya, sebagian dana yang masih tersisa tersebut telah ditempatkan pada sejumlah instrumen perbankan. PGEO mencatat penempatan sekitar Rp1,79 triliun di Bank BJB dengan tingkat bunga 4,65% dan sekitar Rp1,05 triliun di Bank BRI, yang terdiri dari dua penempatan dengan tingkat bunga masing-masing 4,15% dan 5%.
Dengan demikian, dana IPO PGEO yang belum digunakan tidak seluruhnya mengendap tanpa imbal hasil, melainkan sebagian ditempatkan pada produk perbankan sambil menunggu realisasi sesuai rencana penggunaan dana perseroan.
Laporan terbaru ini menjadi pembaruan atas laporan penggunaan dana IPO yang sebelumnya telah disampaikan PGEO kepada Bursa Efek Indonesia.