PSGO Ungkap Pabrik CPO Berhenti Operasi Usai Terbakar
EmitenTrust.com - - PT Palma Serasih Tbk (PSGO) mengungkapkan fasilitas pabrik kelapa sawit milik anak usahanya, PT Nusaraya Agro Sawit (NUSA), yang terdampak kebakaran telah diasuransikan dengan nilai pertanggungan Rp267,61 miliar.
Meski demikian, perseroan belum dapat memastikan total kerugian akibat kebakaran maupun waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan operasional pabrik.
Dalam tanggapannya kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Palma Serasih menyebut kebakaran berdampak pada fasilitas di area stasiun sterilizer pabrik kelapa sawit (PKS) NUSA. Akibat insiden tersebut, kegiatan pengolahan untuk sementara belum dapat dilaksanakan.
“Fasilitas PKS NUSA telah diasuransikan melalui polis Property All Risk (PAR), dengan cakupan sebagaimana diatur dalam syarat, ketentuan, batasan dan pengecualian polis yang berlaku,” jelas manajemen perseroan dalam tanggapan atas permintaan penjelasan BEI.
Nilai pertanggungan asuransi tersebut mencapai Rp267.611.500.000, mencakup bangunan, mesin, dan stok sesuai rincian dalam polis. Namun, perseroan masih melakukan pemeriksaan dan penilaian atas kerusakan yang ditimbulkan sehingga belum dapat memastikan apakah nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup seluruh potensi kerugian.
Perseroan juga belum menetapkan estimasi kerugian finansial maupun target waktu penyelesaian investigasi. Proses pemeriksaan dilakukan bersama pihak-pihak terkait, termasuk pihak eksternal yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan.
PKS NUSA memiliki kapasitas pengolahan sebesar 90 ton per jam. Namun, hingga tanggal surat tanggapan diterbitkan, fasilitas tersebut untuk sementara belum dapat beroperasi akibat dampak kebakaran.
Manajemen menyatakan masih mengidentifikasi fasilitas dan aset yang terdampak untuk mengetahui tingkat kerusakan serta kebutuhan perbaikan. Waktu operasional kembali juga belum dapat dipastikan karena bergantung pada hasil pemeriksaan, proses perbaikan, serta kesiapan teknis dan operasional.
Kendati demikian, perseroan menyebut kegiatan perkebunan kelapa sawit NUSA tetap berjalan normal. Dengan demikian, NUSA masih dapat memperoleh pendapatan dari produksi tandan buah segar (TBS).
“Perseroan akan menempuh langkah-langkah penyesuaian antara lain dengan mengoptimalkan kapasitas olah PKS Entitas Anak Perseroan lainnya, sehingga target produksi dan target pendapatan Perseroan tahun 2026 tetap dapat tercapai,” ungkap manajemen.
Insiden ini menjadi perhatian karena NUSA memiliki kontribusi cukup besar terhadap kinerja konsolidasian Palma Serasih. Dalam 12 bulan terakhir, kontribusi NUSA terhadap produksi TBS inti mencapai sekitar 31%, produksi minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebesar 32%, dan pendapatan perseroan sekitar 30%.
Sementara itu, kontribusi NUSA terhadap EBITDA konsolidasian mencapai sekitar 27% dan laba bersih sekitar 22%.
Besarnya kontribusi tersebut membuat pemulihan operasional pabrik menjadi salah satu faktor penting yang perlu dicermati. Namun, Palma Serasih belum menyampaikan perhitungan kuantitatif mengenai dampak kebakaran terhadap target produksi dan pendapatan 2026.
Perseroan menyatakan akan mengoptimalkan kapasitas pengolahan pabrik milik anak usaha lainnya agar target tahunan tetap dapat tercapai.
Terkait penyebab kebakaran, Palma Serasih menyatakan investigasi masih berlangsung. Perseroan belum dapat menyimpulkan apakah insiden tersebut berkaitan dengan faktor operasional, teknis, atau keselamatan kerja.
Sebagai langkah pencegahan, perseroan berencana mengevaluasi prosedur operasional standar (SOP), memperkuat inspeksi dan pemeliharaan mesin serta instalasi, meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas berisiko kebakaran, dan meninjau kesiapan sistem proteksi serta tanggap darurat.