Dari CBRE ke TRUK, Trio S Agresif Ekspansi di Tengah Tekanan Pasar

Dari CBRE ke TRUK, Trio S Agresif Ekspansi di Tengah Tekanan Pasar
Nama Suganto Gunawan, Suminto Husin Giman, dan Suwito berada di balik sejumlah kepemilikan strategis di pasar modal, salah satunya melalui PT Omudas Investment Holdco yang menjadi pemegang saham pengendali PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE).
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - Nama Suganto Gunawan, Suminto Husin Giman, dan Suwito berada di balik sejumlah kepemilikan strategis di pasar modal, salah satunya melalui PT Omudas Investment Holdco yang menjadi pemegang saham pengendali PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE).

Omudas tercatat menguasai sekitar 61,13% saham CBRE. Di dalam Omudas, Suganto Gunawan memiliki porsi 51%, sedangkan Suminto Husin Giman menguasai 49%. Keduanya juga memiliki posisi penting di CBRE. Suminto menjabat sebagai Direktur Utama, sementara Suganto merupakan Komisaris Utama. 

Adapun Suwito tercatat sebagai Komisaris CBRE. Struktur tersebut menunjukkan keterkaitan ketiganya dengan perusahaan, baik dari sisi kepemilikan maupun jajaran manajemen

Selain posisi strategis tersebut, CBRE saat ini tengah menjalankan aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue. 

CBRE akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 11,80 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp108 per saham. Dengan demikian, perseroan berpotensi menghimpun dana maksimal sekitar Rp1,27 triliun.

Rights issue tersebut memiliki rasio 100 saham lama berbanding 260 HMETD. Artinya, setiap pemegang 100 saham CBRE yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 4 November 2026 berhak memperoleh 260 HMETD. 

Setiap satu HMETD memberikan hak untuk membeli satu saham baru CBRE dengan harga Rp108 per saham. Sebagian besar dana hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk mengonversi utang menjadi modal disetor. 

Nilai konversi utang yang direncanakan mencapai sekitar Rp858,6 miliar, sementara sisa dana akan digunakan untuk kebutuhan perusahaan sesuai dengan prospektus

Selain CBRE, nama Suganto dan Suminto juga tercatat dalam struktur kepemilikan PT Catur Dharma Anugrah Surya, yang kemudian memiliki kepemilikan pada TRUK. CDAS tercatat menguasai sekitar 20% saham TRUK atau 87 juta saham. 

Di luar kepemilikan melalui CDAS, Suganto dan Suminto masing-masing memiliki sekitar 5% secara langsung. Selain itu,  Suwito juga  tercatat memiliki 21,75 juta saham atau sekitar 5% sahamTRUK.

Masuknya Suwito, Suganto dan Suminto ke TRUK memberikan gambaran mengenai arah diversifikasi portofolio setelah keduanya memiliki posisi strategis di CBRE. Jika CBRE memberikan eksposur pada bisnis pelayaran dan energi, TRUK membawa portofolio tersebut ke sektor transportasi dan logistik darat. 

Pergerakan ini dapat dilihat sebagai bentuk pertumbuhan anorganik, yakni memperluas eksposur bisnis melalui investasi atau kepemilikan pada perusahaan yang telah memiliki kegiatan usaha dan aset yang berjalan 

Pergerakan saham kedua emiten juga mencuri perhatian pada perdagangan Senin (21/9/2026). Pada sesi I, saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) ditutup di level Rp765 per saham. Sementara saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) ditutup di level Rp1.560 per saham, melonjak 9,86% pada perdagangan hari ini

Pergerakan harga saham turut memengaruhi nilai pasar atas kepemilikan saham yang terhubung dengan Suganto dan Suminto. Berdasarkan harga CBRE Rp765, kepemilikan Omudas sebanyak 2,774 miliar saham memiliki nilai pasar sekitar Rp2,12 triliun. Karena Suganto memiliki 51% Omudas, nilai ekonomis proporsional kepemilikannya atas saham CBRE melalui Omudas mencapai sekitar Rp1,08 triliun. Sementara porsi 49% milik Suminto setara sekitar Rp1,04 triliun.

Di TRUK, kepemilikan langsung Suganto dan Suminto masing-masing sekitar 21,75 juta saham. Sementara Suwito juga tercatat memiliki sekitar 21,75 juta saham atau setara 5% saham TRUK secara langsung. 

Dengan harga Rp1.560, nilai pasar kepemilikan langsung tersebut mencapai sekitar Rp33,93 miliar per orang. Dengan demikian, berdasarkan kepemilikan yang dapat ditelusuri secara individual, nilai pasar portofolio Suganto yang teridentifikasi melalui Omudas dan kepemilikan langsung TRUK mencapai sekitar Rp1,12 triliun.

Sementara nilai pasar kepemilikan Suminto mencapai sekitar Rp1,07 triliun. Adapun nilai pasar kepemilikan langsung Suwito di TRUK mencapai sekitar Rp33,93 miliar. Adapun 87 juta saham TRUK milik CDAS bernilai sekitar Rp135,72 miliar, dengan menggunakan harga Rp1.560 per saham

Jejak tersebut memperlihatkan bahwa Suwito, Suganto Gunawan dan Suminto Husin Giman bukan sekadar nama yang muncul di balik CBRE. Keduanya memiliki keterkaitan kepemilikan dan posisi strategis di sejumlah entitas, dengan portofolio yang bergerak dari bisnis CBRE hingga ekspansi ke TRUK melalui CDAS dan kepemilikan langsung. 

Dengan nilai pasar kepemilikan saham yang teridentifikasi mencapai sekitar Rp2,37 triliun secara keseluruhan, perkembangan aksi korporasi CBRE dan pergerakan TRUK menjadi bagian penting untuk melihat bagaimana portofolio kedua figur tersebut terus berkembang dan terdiversifikasi di pasar modal Indonesia.