Dua Aksi Korporasi Menanti, Bos PART Serok 1,88 Juta Saham

Dua Aksi Korporasi Menanti, Bos PART Serok 1,88 Juta Saham
Direktur Utama PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART), Hamim, menambah kepemilikan sahamnya sebanyak 1,88 juta saham di tengah rencana perseroan menggelar dua aksi korporasi sekaligus, yakni right issue
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - - Direktur Utama PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART), Hamim, menambah kepemilikan sahamnya sebanyak 1,88 juta saham di tengah rencana perseroan menggelar dua aksi korporasi sekaligus, yakni right issue hingga Rp200 miliar dan pembelian kembali saham (buyback) maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 16 Oktober 2026, Hamim membeli sebanyak 1.883.400 saham PART melalui pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI).

Setelah transaksi tersebut, kepemilikan langsung Hamim meningkat menjadi 273.883.400 saham atau setara 9,61% dari hak suara perseroan. Transaksi dilakukan menggunakan dana pribadi dengan tujuan investasi.

Hamim menyatakan penambahan kepemilikan tersebut mencerminkan keyakinannya terhadap fundamental dan prospek bisnis PART. Ia menilai harga saham perseroan saat ini belum sepenuhnya mencerminkan nilai perusahaan.

Sebagai pemegang saham pengendali, Hamim juga menegaskan komitmennya untuk mempertahankan pengendalian serta mendukung pertumbuhan bisnis perseroan secara berkelanjutan.

Di sisi lain, PART tengah menyiapkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan pemegang saham atas dua rencana aksi korporasi.

Aksi korporasi pertama adalah penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue dengan nilai maksimal Rp200 miliar.

Dana yang diperoleh dari aksi tersebut, setelah dikurangi biaya emisi, direncanakan terutama untuk memperkuat modal kerja. Penggunaannya mencakup pembelian bahan baku, peningkatan aktivitas produksi, kebutuhan operasional, serta pengembangan usaha.

Perseroan menargetkan pelaksanaan right issue dapat dilakukan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dan pernyataan efektif dari OJK.

Selain right issue, PART juga akan meminta persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Pelaksanaan kedua aksi korporasi tersebut akan mempertimbangkan kondisi pasar, kesiapan dan kebutuhan perseroan, ketersediaan dana, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan demikian, rencana penambahan kepemilikan saham oleh direktur utama berlangsung bersamaan dengan persiapan penguatan modal dan buyback. Namun, realisasi kedua aksi korporasi tersebut masih bergantung pada persetujuan pemegang saham dan pemenuhan ketentuan yang berlaku.

Sebagai informasi, saham PART pada penutupan Jumat (23/10) berada di level Rp108. Dalam sepekan terakhir naik 25,5 persen.