TOWR Bidik Bisnis Baru, FWA Jadi Mesin Pertumbuhan
EmitenTrust.com - PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melihat peluang pertumbuhan bisnis dari pengembangan Fixed Wireless Access (FWA) serta pemanfaatan spektrum baru oleh operator telekomunikasi di Indonesia.
Perseroan menilai kedua perkembangan tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur telekomunikasi, terutama menara dan jaringan kabel optik yang menjadi bagian utama bisnis TOWR.
Peluang tersebut disampaikan TOWR dalam Public Expose Live 2026. Perseroan menilai posisi bisnisnya didukung kemampuan membiayai ekspansi infrastruktur, neraca keuangan yang solid, profitabilitas dan arus kas yang sehat.
TOWR juga memiliki rekam jejak dalam membangun dan memperluas jaringan secara masif di berbagai wilayah Indonesia serta hubungan jangka panjang dengan sejumlah operator telekomunikasi.
Hingga 30 Juni 2026, TOWR memiliki sekitar 36.892 menara dan jaringan kabel optik sepanjang sekitar 182.559 kilometer. Perseroan juga memiliki infrastruktur pendukung lainnya, termasuk VSAT dan kabel bawah laut.
Pendapatan Tembus Rp7,2 Triliun
Dari sisi kinerja, TOWR membukukan pendapatan operasional konsolidasi sebesar Rp7,2 triliun pada Semester I 2026, meningkat 12,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
EBITDA tercatat sebesar Rp5,58 triliun, tumbuh 4,8% secara tahunan. Sementara itu, laba bersih setelah kepentingan minoritas mencapai Rp1,86 triliun, naik 12,4% yoy.
Selain pertumbuhan kinerja keuangan, perseroan memiliki pendapatan kontraktual jangka panjang lebih dari Rp100 triliun hingga 2045.
Nilai tersebut setara sekitar sembilan kali pendapatan TOWR pada 2025, sehingga memberikan visibilitas pendapatan jangka panjang bagi perseroan.
Arus kas TOWR juga ditopang kontrak sewa jangka panjang yang bersifat non-cancellable serta basis pelanggan yang tersebar di hampir seluruh Indonesia.
Pada bisnis penyewaan menara, TOWR saat ini memiliki sekitar 61.038 tenant dengan tenancy ratio sebesar 1,65 kali.
Sementara layanan Fiber-to-the-Home (FTTH) perseroan telah mencapai sekitar 1,86 juta homepass.
Dari sisi permodalan, TOWR mempertahankan rasio utang bersih terhadap EBITDA di bawah 4 kali.
Perseroan juga mencatat biaya bunga sekitar 5,55%, meskipun suku bunga pasar mengalami kenaikan sepanjang 2026.
CEO SMN Group Aming Santoso mengatakan perseroan terus memaksimalkan nilai portofolio infrastruktur melalui peningkatan utilisasi aset, keunggulan operasional dan disiplin pengelolaan modal.
“Kinerja kami pada Semester I 2026 menunjukkan kekuatan bisnis model TOWR yang didukung oleh aset yang terintegrasi dan saling bersinergi,” ujar Aming.