EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

UNTR Ungkap Nasib Batu Bara dan Alat Berat di Tengah RKAB

Oleh Komarudin 23 Sep 2026 14:32 2 menit baca

EmitenTrust.com - PT United Tractors Tbk (UNTR) menghadapi tekanan pada bisnis batu bara dan penjualan alat berat sepanjang Januari-Agustus 2026 setelah persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) produksi dari pemerintah sempat dipangkas hingga sekitar 50%.

Direktur Keuangan United Tractors, Vilihati Surya, mengatakan kapasitas produksi batu bara perseroan sebenarnya mencapai sekitar 15 juta ton. Namun hingga pertengahan Juni 2026, RKAB yang telah disetujui pemerintah baru mencapai 7,4 juta ton.

Kondisi tersebut turut menekan penjualan batu bara UNTR. Hingga Agustus 2026, penjualan batu bara perseroan tercatat 6,723 juta ton, turun 22% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, tekanan tersebut mulai mereda setelah perseroan memperoleh tambahan persetujuan RKAB pada Agustus 2026. Kuota produksi batu bara UNTR kemudian meningkat menjadi 12,4 juta ton.

Dampak pembatasan RKAB juga merembet ke bisnis alat berat Komatsu yang dipasarkan UNTR. Penjualan alat berat perseroan sepanjang Januari-Agustus 2026 tercatat 2.689 unit, turun 21% dibandingkan 3.408 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Segmen big machine menjadi salah satu yang paling terdampak. Penjualan alat berat pada segmen tersebut merosot menjadi 436 unit, dari sebelumnya mencapai 860 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Vilihati menjelaskan pelanggan di sektor pertambangan batu bara cenderung menahan pembelian alat berat berukuran besar akibat dampak kebijakan RKAB. Kondisi tersebut membuat permintaan alat berat untuk kegiatan pertambangan ikut tertahan.

Meski RKAB telah meningkat, UNTR masih menghadapi tantangan operasional pada sisa tahun ini. Wilayah kerja perseroan di Kalimantan Tengah berpotensi terdampak kondisi El Nino dan musim kering.

Topik terkait
UNTR PT United Tractors Tbk (UNTR) batu bara penjualan alat berat sepanjang Januari-Agustus 2026 setelah persetujuan Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) grup Astra