back to top

Usai Disuspensi, Deretan Saham Ini Kembali Diperdagangkan Mulai Hari Ini

EmTrust – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan sejumlah saham yang sebelumnya dikenakan penghentian sementara (suspensi). Saham-saham tersebut antara lain PT Esta Multi Usaha Tbk. (ESTA), PT Djasa Ubersakti Tbk. (PTDU), saham dan Waran Seri I PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI dan HUMI-W), serta PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk. (CANI).

Selain itu, BEI juga membuka kembali perdagangan saham PT Soechi Lines Tbk. (SOCI), PT Yelooo Integra Datanet Tbk. (YELO), PT Intraco Penta Tbk. (INTA), dan PT Logindo Samudramakmur Tbk. (LEAD).

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam keterangan tertulis pada Senin (5/1), menyampaikan bahwa pembukaan kembali suspensi saham-saham tersebut efektif berlaku mulai sesi I perdagangan Selasa, 6 Januari 2026, di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

“Suspensi atas saham-saham tersebut dibuka kembali mulai sesi I tanggal 6 Januari 2026 di Pasar Reguler dan Pasar Tunai,” ujar Yulianto.

Sementara itu, khusus untuk Waran Seri I PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI-W), perdagangan kembali dibuka di seluruh pasar mulai sesi I pada tanggal yang sama.

Sebagai informasi, BEI sebelumnya memberlakukan suspensi terhadap saham ESTA, PTDU, HUMI, dan CANI masing-masing pada 18 Desember 2025, 15 Desember 2025, 5 Januari 2026, dan 16 Desember 2025. Penghentian sementara tersebut dilakukan seiring terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan, sebagai langkah perlindungan bagi investor.

Adapun saham SOCI, LEAD, YELO, dan INTA juga disuspensi BEI pada 5 Januari 2026, 8 Desember 2025, serta 12 Desember 2025, dengan alasan serupa, yakni lonjakan harga kumulatif yang dinilai tidak wajar.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru