Waskita (WSKT) Rugi Rp3,2T, Defisit Tembus Rp22,53T di Kuartal III
EmitenTrust.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) membukukan rugi bersih Rp3,26 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026, meski pendapatan usaha meningkat 53,7 persen menjadi Rp8,13 triliun. Pada saat yang sama, saldo laba belum ditentukan penggunaannya atau defisit perseroan membengkak menjadi Rp22,53 triliun per 30 September 2026.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim yang diterbitkan Selasa (13/10), rugi periode berjalan Waskita menyusut sekitar 9,09% dibandingkan Rp3,58 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, rugi yang diatribusikan kepada pemilik perusahaan tercatat sebesar Rp2,87 triliun, turun dari Rp3,17 triliun pada September 2025.
Dari sisi pendapatan, Waskita mencatat pertumbuhan sebesar 53,73% menjadi Rp8,13 triliun, dibandingkan Rp5,29 triliun pada sembilan bulan pertama 2025. Namun, kenaikan pendapatan belum mampu mendongkrak laba bruto, yang turun menjadi Rp959,44 miliar dari Rp979,97 miliar.
Beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp7,17 triliun dari Rp4,31 triliun pada tahun sebelumnya. Selain itu, beban umum dan administrasi naik menjadi Rp1,06 triliun, sedangkan beban penjualan mencapai Rp87,54 miliar.
Tekanan terbesar masih berasal dari beban keuangan yang mencapai Rp2,79 triliun hingga September 2026. Meski sedikit turun dibandingkan Rp2,84 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, beban tersebut tetap menjadi salah satu faktor utama yang menekan kinerja perseroan.
Waskita juga mencatat rugi bersih dari entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar Rp149,41 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp328,49 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi neraca, saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya tercatat negatif Rp22,53 triliun pada akhir September 2026, meningkat dari defisit Rp20,22 triliun pada akhir Desember 2025.
Total ekuitas perseroan juga menyusut menjadi Rp1,04 triliun dari Rp3,67 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan tercatat negatif Rp3,34 triliun, berbalik lebih dalam dibandingkan posisi negatif Rp1,03 triliun pada akhir tahun lalu.
Adapun total aset Waskita mencapai Rp73,07 triliun, naik dari Rp70,73 triliun pada akhir Desember 2025. Namun, total liabilitas turut meningkat menjadi Rp72,03 triliun dari Rp67,06 triliun.
Liabilitas jangka pendek tercatat Rp25,66 triliun, sedangkan liabilitas jangka panjang mencapai Rp46,37 triliun. Posisi tersebut mencerminkan besarnya kewajiban yang masih harus dikelola perseroan.
Arus kas juga menjadi perhatian. Kas dan setara kas Waskita pada akhir September 2026 tercatat Rp1,50 triliun, merosot dari Rp4,41 triliun pada akhir 2025.
Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, perseroan mencatat arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp1,14 triliun. Angka tersebut membaik dibandingkan arus kas operasi negatif Rp1,36 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Arus kas dari aktivitas investasi tercatat negatif Rp1,17 triliun, terutama di tengah pengeluaran untuk perolehan aset takberwujud sebesar Rp1,05 triliun dan pembelian kembali saham entitas anak sebesar Rp631,97 miliar.
Sementara itu, arus kas bersih dari aktivitas pendanaan tercatat negatif Rp625,55 miliar. Secara keseluruhan, kas dan setara kas mengalami penurunan bersih Rp2,94 triliun selama periode berjalan.