EmitenTrust Versi penuh
Stock and Market

10 Sektor Tumbang! IHSG Ditutup Terjun 1,02%

Oleh Komarudin 01 Oct 2026 16:51 2 menit baca

EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan dan ditutup ambruk pada perdagangan Kamis (1/10/2026). IHSG merosot 61,63 poin atau 1,02% ke level 6.009,50.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak variatif dengan menyentuh level terendah 5.973 dan level tertinggi 6.095. IHSG dibuka di level 6.071.

Pelemahan IHSG terjadi seiring tekanan di hampir seluruh indeks sektoral. Sebanyak 10 sektor berakhir di zona merah, dengan IDX Sektor Teknologi (IDXTECHNO) menjadi sektor dengan koreksi terdalam, yakni anjlok 3,93%.

Selanjutnya, IDX Sektor Transportasi dan Logistik (IDXTRANS) turun 2,02%, IDX Sektor Barang Baku (IDXBASIC) melemah 1,99%, IDX Sektor Perindustrian (IDXINDUST) terkoreksi 1,81%, dan IDX Sektor Properti dan Real Estat (IDXPROPERT) turun 1,17%.

IDX Sektor Barang Konsumen Primer (IDXNONCYC) melemah 0,91%, IDX Sektor Infrastruktur (IDXINFRA) turun 0,83%, IDX Sektor Kesehatan (IDXHEALTH) terkoreksi 0,64%, sedangkan IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer (IDXCYCLIC) turun 0,10%. IDX Sektor Keuangan (IDXFINANCE) juga melemah tipis.

Dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), total volume transaksi mencapai 32,13 miliar saham dengan nilai transaksi Rp10,57 triliun. Sebanyak 206 saham menguat, 450 saham turun, dan 134 saham lainnya stagnan.

Sejumlah saham mampu mencatatkan penguatan. GEMS naik Rp900 menjadi Rp8.150 per saham, sedangkan LIFE menguat Rp725 menjadi Rp9.600. BLTZ juga naik Rp570 ke level Rp2.880 per saham.

Di jajaran top gainers, MGNA menjadi saham dengan kenaikan tertinggi setelah melesat 35% atau 49 poin ke level Rp189. AKKU menguat 32,35% atau 11 poin menjadi Rp45, sedangkan CCSI naik 25% atau 94 poin ke level Rp470.

ROCK turut menguat 24,73% atau 470 poin menjadi Rp2.370, sementara BLTZ naik 24,67% atau Rp570 ke level Rp2.880 per saham.

Sebaliknya, DCII menjadi salah satu saham yang paling banyak tertekan dengan penurunan Rp4.200 ke level Rp193.800 per saham. ALKA turun Rp925 menjadi Rp5.375, sedangkan UNTR terkoreksi Rp725 ke level Rp26.350.

Pada jajaran top losers, SOSS menjadi saham dengan penurunan terdalam, yakni anjlok 14,83% atau 175 poin ke level Rp1.005. VERN melemah 14,81% atau 32 poin menjadi Rp184.

FORU terkoreksi 14,73% atau 33 poin ke level Rp191. Selanjutnya, ALKA turun 14,68% atau Rp925 menjadi Rp5.375, sedangkan WMPP melemah 14,28% atau 4 poin ke level Rp24.

Dari sisi aktivitas transaksi, BBRI menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan dengan 38.468 kali transaksi senilai Rp416 miliar. Kemudian BUMI tercatat sebanyak 36.584 kali transaksi dengan nilai Rp335 miliar, sedangkan SMLE diperdagangkan 31.336 kali senilai Rp20,7 miliar.

Di jajaran saham LQ45, GOTO menjadi salah satu pemberat utama setelah turun 12,50%. Selanjutnya, MAPI terkoreksi 4,52% dan HRTA melemah 3,95%.

Sementara itu, sejumlah saham LQ45 masih mampu menguat. CUAN naik 2,37%, AADI menguat 1,83%, sedangkan BBNI bertambah 0,59%.

Topik terkait
Emas emas antam harga emas logam mulia emas batangan naik turun