back to top

IHSG Naik Tipis di Sesi I, Saham Energi Ngebut, Teknologi Loyo

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis pada perdagangan sesi I Senin (22/12/2025). IHSG naik 16,108 poin atau 0,187% ke level 8.625,659.

Sepanjang sesi perdagangan pagi, IHSG bergerak fluktuatif dengan rentang perdagangan di level 8.607–8.648, setelah dibuka di posisi 8.609.

Penguatan IHSG didorong oleh mayoritas sektor berbasis komoditas dan industri dasar. IDXENERGY memimpin penguatan dengan lonjakan 2,19%, disusul IDXBASIC yang naik 1,45%, dan IDXINDUST menguat 0,73%. Sektor IDXTRANS juga mencatatkan kenaikan 0,84%.

Namun, tekanan jual masih membayangi sejumlah sektor. IDXTECHNO menjadi pemberat utama dengan koreksi tajam 1,95%, diikuti IDXINFRA yang turun 1,02%, IDXPROPERT melemah 0,68%, dan IDXFINANCE turun 0,37%.

Dari sisi pergerakan saham, 356 saham menguat, sementara 597 saham melemah, dan 221 saham stagnan. Total nilai transaksi pasar mencapai Rp13,2 triliun, mencerminkan aktivitas perdagangan yang masih cukup ramai meski indeks bergerak terbatas.

Di papan atas, saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) melonjak Rp975 ke level Rp10.750 per saham. Saham FILM melesat Rp875 ke Rp9.775, sementara MKPI menguat Rp750 ke Rp24.250 per lembar.

Sebaliknya, tekanan jual besar terjadi pada saham berkapitalisasi jumbo. DCII anjlok Rp9.175 ke harga Rp244.750 per saham, disusul MLPT yang turun Rp2.100 ke Rp58.000, serta POLU melemah Rp1.425 ke Rp15.050.

Dari sisi aktivitas transaksi, saham SUPA menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan frekuensi 343.369 kali dan nilai transaksi mencapai Rp1,24 triliun. Selanjutnya BUMI mencatatkan transaksi 219.937 kali dengan nilai Rp2,9 triliun, dan DEWA diperdagangkan sebanyak 56.452 kali dengan nilai Rp517 miliar.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru