back to top

IHSG Rontok 1,36 Persen Diseret UNTR–ASII

Emitentrust.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada akhir perdagangan Rabu (21/1/2026). IHSG terkoreksi 124,37 poin atau 1,36% ke level 9.010,33, mencerminkan tekanan jual yang masih mendominasi pasar.

Dari sisi sektoral, hanya dua indeks sektoral yang mampu bertahan di zona hijau. Sektor barang konsumen non-siklikal menguat 0,58%, disusul sektor barang baku yang naik tipis 0,14%. Sementara itu, sembilan sektor lainnya kompak bergerak di zona merah.

Pelemahan terdalam terjadi pada sektor perindustrian yang ambles 6,33%. Tekanan juga kuat di sektor properti yang turun 3,44%, serta sektor transportasi yang melemah 3,04%.

Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai. Volume transaksi mencapai 60,37 miliar saham dengan nilai transaksi Rp33,60 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 179 saham menguat, 546 saham melemah, dan 77 saham stagnan.

Di jajaran saham penguat, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melonjak Rp5.500 ke level Rp107.500 per saham. Disusul PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) yang naik Rp1.900 ke Rp11.450, serta PT Uang Tbk (UANG) yang menguat Rp1.250 ke Rp6.250 per saham.

Sebaliknya, tekanan jual menghantam sejumlah saham berkapitalisasi besar. PT United Tractors Tbk (UNTR) anjlok Rp4.775 ke level Rp27.200 per saham. PT DCI Indonesia Tbk (DCII) turun Rp1.250 ke Rp220.000, sementara PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) melemah Rp2.525 ke Rp61.525 per saham.

Dari sisi aktivitas perdagangan, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi yang paling aktif dengan frekuensi 312.572 kali transaksi dan nilai Rp3,2 triliun. Selanjutnya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan 123.142 kali transaksi senilai Rp2,3 triliun, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebanyak 108.584 kali transaksi dengan nilai Rp1,5 triliun.

Untuk indeks LQ45, saham Aneka Tambang Tbk (ANTM) memimpin top gainers dengan kenaikan 3,64%, disusul Vale Indonesia Tbk (INCO) naik 3,61%, dan Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) menguat 3,37%.

Sementara itu, top losers LQ45 didominasi saham-saham Astra Group. United Tractors Tbk (UNTR) menjadi yang terburuk dengan penurunan 14,93%, diikuti Astra International Tbk (ASII) turun 9,28%, serta Bumi Resources Tbk (BUMI) yang melemah 6,76%.

Artikel Terkait

Rajawali Kapital Borong Saham ARCI Rp1,95T Saat Harga Turun

ARCI, Archi Indonesia Tbk (ARCI), Rajawali Kapital Emas, kepemilikan saham, afiliasi, tambang emas, Tajawali grup

Free Float SMIL Mentok! Muncul Nama Maybank Sekuritas 5,14%

Struktur kepemilikan saham PT Sarana Mitra Luas Tbk menunjukkan dominasi kuat pemegang kendali. Hingga akhir Maret 2026, porsi saham publik (free float) emiten ini tercatat hanya 15,39%,

Kuota Dipangkas ESDM, Pendapatan KKGI Terancam Turun di 2026

Emiten batu bara Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) menghadapi potensi tekanan kinerja pada tahun buku 2026. Hal ini menyusul keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM

Populer 7 Hari

Berita Terbaru