back to top

Usai Suspensi, Perdagangan Saham dan Waran KOCI serta PADI Dibuka Lagi

EmTrust – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan saham dan waran PT Kokoh Exa Nusantara Tbk. (KOCI, KOCI-W) serta saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. (PADI) setelah sebelumnya dilakukan penghentian sementara perdagangan (suspensi).

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam keterangan tertulis pada Senin (26/1/2026), menyampaikan bahwa pembukaan kembali perdagangan tersebut akan dilakukan mulai Sesi I pada 27 Januari 2026. Saham KOCI dan PADI dibuka kembali di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, sementara waran KOCI-W dibuka kembali di seluruh pasar.

“Pembukaan kembali perdagangan saham PT Kokoh Exa Nusantara Tbk. (KOCI), waran KOCI-W, dan saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. (PADI) dilakukan mulai Sesi I tanggal 27 Januari 2026,” ujar Yulianto.

Sebagai informasi, BEI sebelumnya melakukan suspensi terhadap saham KOCI pada 15 Januari 2026 dan saham PADI pada 13 Januari 2026. Suspensi tersebut dilakukan sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga saham secara kumulatif yang signifikan, serta sebagai langkah perlindungan bagi investor.

BEI mengimbau kepada para pelaku pasar untuk tetap mencermati keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing emiten guna mendukung pengambilan keputusan investasi yang prudent dan berbasis informasi yang memadai.

Artikel Terkait

Layar Digi Gandeng Alfamart Buka Akses Hiburan Digital

Akses terhadap hiburan berkualitas masih menjadi pekerjaan rumah besar di Indonesia. Data menunjukkan, hanya sekitar 21,7% penduduk yang memiliki akses langsung ke bioskop,

IHSG Unjuk Gigi! Ditutup Menguat 1,22% ke Level 8.031

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan dan ditutup naik signifikan pada akhir perdagangan Senin (9/2/2026). IHSG tercatat menguat 96,61 poin atau 1,22% ke level 8.031,87,

Agoes Projosasmito Pegang Kendali, Free Float AMMN 18,69%

PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) kembali menegaskan kuatnya struktur pengendalian saham. Dalam Laporan Bulanan Pemegang Efek per 31 Januari 2026

Populer 7 Hari

Berita Terbaru