back to top

BEI Sorot TAYS! Transaksi Melonjak Tapi Saham Drop

Emitentrust.com- PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS) buka suara menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait lonjakan aktivitas dan volatilitas transaksi saham perseroan yang terjadi pada perdagangan 23 Januari 2026.

Dalam keterbukaan informasi kepada BEI, manajemen TAYS mengungkapkan bahwa pada tanggal tersebut terjadi peningkatan volume transaksi signifikan hingga 539,11 juta saham dengan frekuensi 24.786 kali, melonjak tajam dibandingkan hari bursa sebelumnya yang hanya 41,65 juta saham dengan 2.269 kali transaksi. Di saat bersamaan, harga saham TAYS ditutup melemah Rp1 atau 1,19%, dari Rp84 menjadi Rp83 per saham.

Menindaklanjuti surat BEI tersebut Corporate Secretary PT Jaya Swarasa Agung Tbk, Dinna Afrianti menegaskan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek maupun keputusan investasi pemodal, sebagaimana diatur dalam POJK No. 31/POJK.04/2015 maupun Peraturan BEI terkait kewajiban keterbukaan informasi.

Selain itu, manajemen juga memastikan tidak terdapat informasi penting lain yang material dan belum diungkapkan kepada publik, serta tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK No. 11/POJK.04/2017 tentang pelaporan kepemilikan saham.

Terkait prospek ke depan, Perseroan menegaskan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana yang dapat berdampak pada pencatatan saham di Bursa dalam kurun waktu tiga bulan mendatang. Manajemen juga telah mengonfirmasi kepada pemegang saham utama dan pengendali bahwa tidak ada rencana perubahan kepemilikan saham.

Dinna , menegaskan bahwa Perseroan tetap berkomitmen menjalankan prinsip keterbukaan informasi sesuai ketentuan OJK dan BEI, serta memastikan tidak ada rumor maupun informasi menyesatkan terkait Perseroan yang beredar di publik maupun media massa.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru