back to top

Laba HEXA Rontok 52 Persen di Kuartal III – 2025

Emitentrust.com – PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) membukukan laba bersih US$21,19 juta sepanjang sembilan bulan 2025 atau anjlok hampir 52% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai US$43,85 juta.

Penurunan laba ini terjadi di tengah turunnya pendapatan dan meningkatnya beban bunga, meski perseroan masih mencatatkan arus kas operasi positif dan posisi kas yang kian tebal.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan pada Sabtu 31 Januari 2026 disebutkan pendapatan bersih HEXA tercatat US$369,24 juta, turun signifikan dari US$478,27 juta pada periode sembilan bulan 2023. Dampaknya, laba bruto ikut menyusut dari US$107,50 juta menjadi US$79,22 juta.

Tekanan kinerja juga tercermin dari laba usaha yang merosot tajam menjadi US$32,46 juta, jauh di bawah capaian tahun lalu sebesar US$60,37 juta. Di sisi lain, beban bunga meningkat menjadi US$5,42 juta, ikut menekan laba sebelum pajak yang turun ke US$27,19 juta.

Di tengah penurunan laba, HEXINDO justru mencatatkan kenaikan kas dan bank menjadi US$27,63 juta, naik dari US$17,41 juta pada akhir Maret 2024.

Namun, kondisi ini dibarengi dengan lonjakan utang bank jangka pendek yang naik signifikan ke US$138,26 juta, dari sebelumnya US$102,54 juta.

Total aset perseroan tercatat US$435,36 juta, meningkat dibandingkan US$409,43 juta pada akhir Maret 2024. Sementara itu, total liabilitas melonjak menjadi US$273,99 juta, membuat ekuitas turun ke US$161,38 juta dari US$179,18 juta.

Sejalan dengan penurunan laba, laba per saham (EPS) ikut tertekan menjadi US$0,025, turun dari US$0,052 pada periode yang sama tahun lalu.

Meski demikian, HEXA tetap agresif membagikan dividen. Sepanjang periode berjalan, perseroan telah menyalurkan dividen kas sebesar US$38,99 juta.

Artikel Terkait

OJK Yakin MSCI Tak Turunkan Status Pasar Modal RI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis status pasar modal Indonesia tidak akan diturunkan oleh Morgan Stanley Capital International(MSCI) Inc,

Laba TUGU Melejit 77% di 2025 Ini Rahasianya

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) mencatat lonjakan laba bersih sepanjang 2025, menegaskan konsistensi fundamental bisnis di tengah dinamika industri asuransi dan penerapan standar akuntansi baru PSAK 117.

Bos SIDO Borong Saham di Tengah Pergerakan Stagnan

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, (SIDO) menyampaikan bahwa Irwan Hidayat, selaku direktur kembali menambah kepemilikan sahamnya.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru