Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan dengan performa impresif. Pada akhir sesi Senin (23/2/2026), IHSG menguat 124,31 poin atau 1,50% ke level 8.396,08.
Kenaikan ini terbilang solid karena ditopang oleh penguatan seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sektor barang baku memimpin penguatan dengan lonjakan 3,31%, disusul sektor transportasi yang melesat 3,09%, serta sektor perindustrian yang naik 1,73%. Penguatan merata di semua sektor menjadi sinyal kuat kembalinya sentimen positif di pasar saham domestik.
Aktivitas perdagangan pun ramai. Total volume transaksi mencapai 49,07 miliar saham dengan nilai perdagangan Rp23,93 triliun. Sebanyak 468 saham menguat, 206 saham melemah, dan 142 saham stagnan — mencerminkan dominasi aksi beli sepanjang hari.
Di jajaran saham penguat, RDTX melonjak Rp1.175 ke Rp16.200 per lembar. MEGA naik Rp820 menjadi Rp4.130 per saham, sementara POLU menguat Rp450 ke posisi Rp19.850 per lembar.
Sebaliknya, saham MLPT terkoreksi Rp1.050 ke Rp33.975 per lembar. INDS turun Rp360 menjadi Rp2.080, dan MORA melemah Rp300 ke level Rp7.100 per saham.
Untuk saham teraktif, BIPI diperdagangkan sebanyak 153.422 kali dengan nilai Rp1,15 triliun. Disusul PADI sebanyak 113.726 kali senilai Rp460 miliar dan MINA dengan 112.327 kali transaksi senilai Rp516 miliar.
Pada indeks LQ45, saham Barito Pacific Tbk (BRPT) memimpin top gainers dengan kenaikan 5,94%. Kemudian Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik 5,80% dan XL Axiata Tbk (EXCL) menguat 5,13%.
Sementara itu, tekanan terbatas terjadi pada saham Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang turun 1,27%, diikuti Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) melemah 0,83% serta Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) terkoreksi 0,27%.


