back to top

BIPI Teken Kesepakatan Jual Beli Gas dengan ENRG

Emitentrust.com- Emiten energi, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membuka peluang ekspansi bisnis gas. Perseroan menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama penyaluran dan pemanfaatan gas bumi dengan PT Energi Mega Persada Tbk (EMP).

Kesepakatan yang diteken pada 9 Maret 2026 itu menjadi langkah awal bagi kedua perusahaan untuk menjajaki potensi kerja sama pasokan gas yang dikelola EMP. Gas tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi Liquefied Natural Gas (LNG) oleh Astrindo.

Manajemen BIPI menjelaskan, pasokan gas tersebut rencananya akan digunakan pada fasilitas Mini LNG Plant milik entitas anak perseroan. Salah satu fasilitas yang menjadi fokus adalah pabrik mini LNG yang berlokasi di Wunut, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan fasilitas LNG di wilayah lain, termasuk Batam dan Aceh.

“MoU ini merupakan kesepahaman awal antara perseroan dan EMP untuk menggali peluang kerja sama dalam rangka penyaluran dan pemanfaatan gas bumi,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.

Meski demikian, perseroan menegaskan bahwa penandatanganan MoU tersebut belum memberikan dampak langsung terhadap kondisi keuangan perusahaan. Namun, langkah ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi Astrindo untuk memperkuat portofolio bisnis energi, khususnya di sektor LNG.

Artikel Terkait

PGN (PGAS) Cetak Laba Melejit! Tapi Pendapatan Drop di Kuartal I-2026

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) mencatat laba bersih sebesar US$121,84 juta pada kuartal I-2026, melonjak 35,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$90,19 juta

IHSG Anjlok 3,38%, Semua Sektor Tumbang di Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (24/4/2026), dengan pelemahan tajam. IHSG anjlok 249,12 poin atau 3,38% ke level 7.129,49,

MEJA Gagal Gelar RUPSLB, Rights Issue Rp1,6T Tak Kourum

PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) menyampaikan bahwa pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 24 April 2026 tidak dapat dilaksanakan karena tidak memenuhi kuorum kehadiran.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru