Emitentrust.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada akhir perdagangan sesi pertama Selasa (28/4/2026). IHSG terkoreksi 10,93 poin atau 0,15% ke level 7.095,58.
Pelemahan IHSG terjadi seiring dominasi tekanan di mayoritas sektor. Dari total indeks sektoral, hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau, sementara sembilan sektor lainnya melemah.
Sektor perindustrian mencatat penguatan terbesar dengan kenaikan 0,97%, diikuti sektor energi yang naik 0,71%. Kinerja kedua sektor ini menjadi penahan laju penurunan IHSG.
Di sisi lain, tekanan terdalam terjadi pada sektor barang konsumen non-siklikal yang turun 1,19%. Disusul sektor infrastruktur yang melemah 0,72% serta sektor keuangan yang turun 0,59%.
Aktivitas perdagangan terpantau moderat dengan total volume mencapai 17,17 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp8,59 triliun. Pergerakan saham cenderung berimbang dengan 312 saham menguat, 340 saham melemah, dan 161 saham stagnan.
Sejumlah saham mencatatkan kenaikan harga, di antaranya GGRM yang naik Rp900 menjadi Rp15.425 per saham. SMAR menguat Rp450 ke Rp6.750, serta SINI yang naik Rp475 menjadi Rp14.975 per saham.
Sebaliknya, tekanan jual terlihat pada beberapa saham seperti MLPT yang turun Rp625 ke Rp23.000 per saham. PKPK melemah Rp310 menjadi Rp3.350, dan AALI terkoreksi Rp275 ke Rp8.075 per saham.
Dari sisi frekuensi perdagangan, saham ESIP menjadi yang teraktif dengan 73.985 kali transaksi senilai Rp200 miliar. Disusul DEFI sebanyak 35.922 kali transaksi senilai Rp71 miliar, serta BBRI yang diperdagangkan 30.898 kali dengan nilai Rp415 miliar.
Pada indeks LQ45, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memimpin top gainers setelah naik 4,50%. Disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang menguat 2,68%, serta PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang naik 2,66%.
Sementara itu, tekanan terbesar di LQ45 dialami PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang turun 6,72%. Diikuti PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang melemah 3,19%, serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang terkoreksi 2,85%.


